KORAN MANDALA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwakarta membekali warga binaan dengan berbagai keterampilan produktif, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan hingga usaha kuliner.
Program tersebut menjadi bagian dari pembinaan untuk mempersiapkan warga binaan sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Salah satu kegiatan yang dijalankan yakni peternakan ayam yang telah menghasilkan sekitar 150 butir telur setiap hari. Selain itu, warga binaan juga dilibatkan dalam budidaya tanaman produktif seperti melon, anggur, dan berbagai jenis sayuran.
Kepala Lapas Kelas IIB Purwakarta, Mizam Muhami, mengatakan program pembinaan keterampilan disesuaikan dengan potensi dan bakat warga binaan.
“Potensi dan bakat warga binaan kita salurkan melalui berbagai kegiatan. Ada barber shop, kuliner, tailor atau konveksi, peternakan yang sudah menghasilkan 150 butir telur per hari, perikanan, serta tanaman buah melon, anggur dan sayuran,” kata Mizam, Kamis (5/11/2026).
Selain bidang pertanian dan peternakan, warga binaan juga mendapatkan kegiatan keterampilan memasak, membuat makanan ringan, hingga pelatihan menjahit melalui fasilitas konveksi.
Berbagai kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman dan kemampuan praktis yang bisa dimanfaatkan warga binaan untuk mencari peluang usaha maupun pekerjaan setelah menyelesaikan masa pidana.
Di sisi lain, transparansi pelayanan di lingkungan lapas turut menjadi perhatian. Ketua PWI Kabupaten Purwakarta, Adi Kurniawan Tarigan, mengingatkan agar seluruh pelayanan kepada warga binaan maupun keluarganya diberikan secara gratis.
Masyarakat dan keluarga warga binaan juga diminta melaporkan apabila menemukan praktik pungutan liar dalam pelayanan di lapas.
Sementara itu, Mizam mengakui keterbatasan lahan dan kapasitas hunian yang telah melebihi daya tampung masih menjadi kendala dalam pelaksanaan pembinaan.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Lapas Purwakarta untuk tetap menjalankan berbagai program pembinaan di tengah keterbatasan fasilitas, sekaligus memastikan warga binaan memperoleh bekal keterampilan sebelum kembali ke masyarakat.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






