“Sadar Dipalak, Sadar Dibakar, Sadar Dimiskinkan, Simbol 3 Jari (Doc:Isitimewa)
KORAN MANDALA – Simbol tiga jari yang diacungkan massa dalam aksi Indonesia Sadar pada Rabu (28/10/2026) menjadi perhatian publik. Gestur tersebut digunakan mahasiswa dan masyarakat sipil sebagai penanda gerakan dalam menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
Aksi yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda itu dipusatkan di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta. Massa terlihat mengacungkan tiga jari saat bergerak di Jalan Jenderal Sudirman menuju kawasan Bundaran HI.
Selain simbol tersebut, peserta aksi juga membawa spanduk dengan slogan yang menggambarkan keresahan mereka terhadap kondisi pemerintahan.
Dalam unggahan akun Instagram BEM UI tercantum slogan sebagai bagian dari materi kampanye Indonesia Sadar.
“Sadar Dipalak, Sadar Dibakar, Sadar Dimiskinkan”. Frasa tersebut dicantumkan dalam materi kampanye dan unggahan BEM UI. dikutip jumat 30 /10/2026
BEM UI juga menyampaikan pesan, “Kami sadar dan akan melawan,” dalam unggahan yang berkaitan dengan aksi tersebut.
Lantas, apa makna simbol tiga jari yang digunakan dalam aksi Indonesia Sadar?
Makna Simbol Tiga Jari
Dalam narasi kampanye BEM UI, simbol tiga jari dikaitkan dengan semboyan Prancis, liberté, égalité, fraternité, yang berarti kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan.
Semboyan tersebut lekat dengan Revolusi Prancis dan menjadi salah satu landasan penafsiran simbol tiga jari dalam gerakan sosial.
Kebebasan atau liberté merujuk pada hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat, menentukan pilihan, serta berpartisipasi dalam kehidupan politik tanpa tekanan.
Sementara itu, kesetaraan atau égalité menegaskan bahwa setiap orang memiliki kedudukan dan hak yang sama. Adapun persaudaraan atau fraternité menggambarkan solidaritas dan kebersamaan di antara masyarakat yang memiliki keresahan maupun tujuan perjuangan serupa.
Ketiga nilai tersebut berkaitan dengan pesan demokrasi, hak masyarakat, dan solidaritas dalam menyampaikan aspirasi.
Dalam konteks aksi Indonesia Sadar, simbol tiga jari menjadi bagian dari identitas gerakan yang digunakan peserta untuk menunjukkan solidaritas sekaligus menyampaikan kritik terhadap pemerintah.
Gestur tersebut juga memungkinkan masyarakat dari berbagai latar belakang menunjukkan dukungan terhadap suatu gerakan tanpa harus berasal dari organisasi yang sama.