Daerah

Kemarau Panjang Picu Kenaikan Harga Cabai Rawit Hijau di Garut hingga 17,8 Persen

KORAN MANDALA –Harga cabai rawit hijau di Kabupaten Garut mengalami kenaikan signifikan sebesar 17,8 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

Kenaikan tersebut terjadi di tengah terbatasnya pasokan komoditas pertanian akibat kemarau panjang yang berdampak pada pergeseran musim tanam.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Garut, Ridwan Efendi, mengatakan kemarau berkepanjangan memengaruhi aktivitas pertanian, terutama waktu tanam dan siklus panen sejumlah komoditas pangan.

ADVERTISEMENT

Wabup Garut Waspadai Penyalahgunaan Vape dan Tramadol di Kalangan Pelajar

“Dengan musim kemarau ini tentu berpengaruh terhadap pergantian musim. Apalagi kemaraunya agak panjang, sehingga berdampak pada musim tanam dan otomatis siklusnya bergeser,” kata Ridwan, Selasa (20/10/2026).

Menurut Ridwan, pergeseran musim tanam turut memengaruhi ketersediaan pasokan di pasar. Saat ini, pasokan sejumlah komoditas belum optimal karena belum memasuki masa panen, sementara permintaan masyarakat masih relatif tinggi.

“Pasokan saat ini memang belum maksimal karena belum memasuki masa panen. Barang yang masuk ke pasar juga masih bertahap, sehingga belum optimal. Di sisi lain, permintaan masih cenderung tinggi,” ujarnya.

Ia berharap pasokan komoditas pangan segera membaik sehingga harga di pasaran dapat kembali stabil dalam waktu dekat.

Berdasarkan pemantauan Dinas Perdagangan Kabupaten Garut, sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga dibandingkan pekan sebelumnya. Selain cabai rawit hijau yang naik 17,8 persen, harga cabai merah besar meningkat 6,3 persen dan cabai merah keriting naik 2,7 persen.

Kenaikan juga terjadi pada bawang merah sebesar 1,2 persen serta telur ayam broiler sebesar 0,3 persen.

Di tengah kenaikan tersebut, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga. Daging ayam broiler turun Rp500, sedangkan cabai rawit merah mengalami penurunan sebesar 13,8 persen atau sekitar Rp10.000 dibandingkan pekan sebelumnya. Harga bawang putih impor juga turun Rp330.

Ridwan menyebut pergerakan harga cabai menjadi salah satu perubahan yang paling terlihat dalam pemantauan harga komoditas pangan di Garut pada pekan ini.

“Kenaikan yang signifikan terjadi pada cabai rawit hijau, sedangkan yang turun signifikan adalah cabai rawit merah. Jadi, komoditas cabai ada yang naik dan ada yang turun,” pungkasnya.

KoranMandala.com

Published by

Recent Posts

Bed RSUD Garut Baru 1.183, Kebutuhan Ideal 2.900

KORAN MANDALA – Kapasitas pelayanan rumah sakit di Kabupaten Garut masih menghadapi tantangan besar. Dengan jumlah…

2 jam ago

Area Bermain Keropos dan Wastafel Kering, Fasilitas Taman Cempaka Dikeluhkan pengunjung

KORAN MANDALA – Sejumlah fasilitas di Taman Cempaka atau Taman Fotografi, Jalan Taman Cempaka, Kelurahan…

3 jam ago

Hendak ke Masjid, Motor Warga Malangbong Raib Dicuri

KORAN MANDALA –Niat berangkat ke masjid pada Minggu dini hari (18/10/2026) justru membuat seorang warga…

5 jam ago

Kabar Gembira Persib! Notsuda Kirim Sinyal Comeback

KORAN MANDALA – Persib Bandung mulai mendapat angin segar terkait kondisi gelandang asingnya, Gakuto Notsuda. Setelah…

5 jam ago

Berdiri Sejak 1881, Ponpes Sukamiskin Jadi Saksi Panjang Sejarah Santri di Kota Bandung

KORAN MANDALA –Pondok Pesantren Sukamiskin di Jalan A.H. Nasution Nomor 128, Kota Bandung, menyimpan perjalanan…

6 jam ago

Polresta Batang Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Kekerasan terhadap Rombongan Persib U-18

KORAN MANDALA – Penanganan kasus kekerasan, perusakan bus, dan pencurian yang menimpa rombongan Persib U-18 di…

7 jam ago