KORAN MANDALA – Sejumlah fasilitas di Taman Cempaka atau Taman Fotografi, Jalan Taman Cempaka, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, menjadi perhatian pengunjung.
Kondisi area bermain yang mengalami kerusakan hingga wastafel tanpa aliran air dinilai perlu mendapat perhatian agar kenyamanan masyarakat tetap terjaga.
Sebagai Informasi,Taman Cempaka atau Taman Fotografi Bandung, diresmikan Ridwan Kamil pada tahun 2013.
ADVERTISEMENT
Atin (53), warga Gatot Subroto, Bandung, mengatakan dirinya kerap datang ke taman tersebut untuk menemani cucunya bermain setelah pulang sekolah. Menurutnya, taman ini menjadi salah satu pilihan ruang bermain bagi anak-anak di tengah perkotaan.

Namun, ia menilai sejumlah fasilitas permainan perlu mendapatkan pemeliharaan. Selain terdapat bagian yang mengelupas, kelengkapan permainan anak juga dinilai perlu ditingkatkan.
“Kayaknya tinggal pemeliharaan saja. Ini kan sudah banyak yang mengelupas dan keropos ya, jadi agak kurang menarik. Terus, permainannya dilengkapi lagi,” kata Atin saat ditemui di Taman Cempaka. Rabu (21/10/2026)
Ia mengaku sempat khawatir dengan kondisi area bermain yang mengalami kerusakan. Menurutnya, anak-anak yang bermain belum tentu menyadari kondisi fasilitas di sekitarnya sehingga berpotensi membahayakan keselamatan mereka.
“Ya, sempat dikhawatirkan. Takutnya anak-anak kan enggak tahu, main-main saja, enggak lihat ke atas atau ke bawah,” ujarnya.
Atin juga menyebut sebelumnya terdapat dua ayunan di taman tersebut. Namun, ayunan itu sempat dicopot setelah bagian engselnya mengalami kerusakan.
“Kalau kemarin ada 2 ayunan,engselnya pada terbuka. Mungkin karena sudah rusak, jadi takut bahaya” katanya.
Selain kondisi fasilitas bermain, Atin menyoroti kebersihan taman. Ia mengatakan dedaunan yang berguguran saat musim kemarau terkadang terlambat dibersihkan sehingga membuat area taman kurang nyaman.
“Kadang suka telat dibersihkan, sampai ke sini jadi kurang nyaman. Kemarin mah sampai kotor banget. Harusnya dibersihkan secara rutin supaya lebih nyaman,” tuturnya.
Wastafel Tak Mengalirkan Air
Keluhan lain disampaikan Winia (33), pengunjung asal Subang. Ia menilai Taman Cempaka bermanfaat sebagai ruang terbuka bagi anak-anak untuk bermain sekaligus tempat masyarakat menikmati udara luar.
Meski demikian, ia mempertanyakan ketersediaan fasilitas toilet dan air di wastafel. Saat berkunjung, Winia mendapati wastafel tidak mengalirkan air.
“Enggak tahu di sini ada toilet atau enggak. Soalnya, kalau untuk wastafel, enggak ada airnya,” ujar Winia.
Ia berharap fasilitas yang sudah tersedia dapat dipertahankan dan kebersihan taman tetap diperhatikan. Terlebih, saat musim kemarau, daun-daun yang berguguran perlu dibersihkan secara rutin agar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung.
“Harapan ke depannya mungkin bisa dipertahankan saja seperti ini. Ada kebersihan juga, soalnya lagi musim kemarau, daun-daunnya pada turun,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






