ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA –Gangguan lampu lalu lintas di sejumlah persimpangan Kota Bandung dalam beberapa bulan terakhir mulai menemukan titik terang. Polisi menangkap seorang pria berinisial GG yang diduga mencuri kabel Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) untuk mengambil tembaga di dalamnya.
GG ditangkap saat diduga tengah memotong kabel lampu lalu lintas di kawasan Jalan Cipaganti, Kota Bandung, Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 20.30 WIB.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan, penangkapan tersebut merupakan hasil kolaborasi kepolisian dengan Pemerintah Kota Bandung serta informasi dari masyarakat.
ADVERTISEMENT
Perlindungan Pekerja Bandung Diuji, 44,64 Persen Masih Berada di Sektor Informal
Menurut Dedi, aksi pencurian kabel diduga menjadi salah satu penyebab lampu lalu lintas di sejumlah titik mengalami gangguan.
“Beberapa bulan terakhir ini Kota Bandung dikejutkan dengan sering terjadinya lampu merah yang tiba-tiba padam atau trouble,” kata Dedi, dikutip dari keterangan yang disampaikan di Mapolrestabes Bandung, Jumat (2/10/2026).
Polisi menangkap GG ketika aksinya sedang berlangsung. Dari lokasi, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya obeng, tang, serta kabel yang diduga menjadi sasaran pencurian.
Kabel tersebut diduga diincar karena memiliki kandungan tembaga yang dapat dijual kembali.
Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton mengatakan, pemeriksaan awal menunjukkan dugaan motif pencurian berkaitan dengan faktor ekonomi.
“Untuk keterangan sementara, dia melakukan pemotongan atau pencurian kabel karena motif ekonomi,” ujarnya.
Bukan Sekadar Kabel Hilang
Kasus tersebut memperlihatkan bahwa pencurian fasilitas lalu lintas tidak berhenti pada kerugian material. Ketika kabel APILL diputus, dampaknya langsung menyentuh kepentingan publik karena sistem pengaturan lalu lintas di persimpangan dapat terganggu.
Persimpangan yang semestinya mengatur pergerakan kendaraan secara otomatis terpaksa membutuhkan penanganan dan pengaturan lalu lintas secara manual ketika sistem APILL tidak berfungsi.
Artinya, kabel yang memiliki nilai ekonomi bagi pelaku justru memiliki nilai keselamatan dan fungsi publik yang jauh lebih besar ketika menjadi bagian dari sistem pengendalian lalu lintas.
Persoalan tersebut menjadi semakin serius karena kepolisian menyebut gangguan lampu lalu lintas di Bandung telah terjadi berulang dalam beberapa bulan terakhir. Polisi pun masih mengembangkan penyidikan karena sejumlah kasus pencurian kabel atau box traffic light lainnya diduga dilakukan oleh pelaku yang berbeda.
Dengan demikian, penangkapan GG belum otomatis menjelaskan seluruh rangkaian gangguan APILL di Kota Bandung.
Polisi masih perlu mengungkap apakah pencurian tersebut merupakan aksi individual yang berdiri sendiri atau terdapat pola yang lebih luas, termasuk kemungkinan adanya jaringan penadah yang menampung kabel hasil curian.
Dari sisi pemerintah kota, kasus ini juga menyisakan persoalan pengamanan aset publik. Kabel APILL ditempatkan sebagai bagian dari infrastruktur lalu lintas yang keberadaannya sangat menentukan kelancaran kendaraan di persimpangan.
Karena itu, selain penindakan terhadap pelaku, perlu ada evaluasi mengenai sistem pengamanan kabel, pemantauan titik rawan, serta mekanisme deteksi dini ketika jaringan APILL mengalami gangguan.
GG kini telah ditahan dan terancam dijerat Pasal 477 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.
Namun, proses hukum terhadap satu pelaku belum menyelesaikan persoalan secara keseluruhan.
Pertanyaan yang masih harus dijawab adalah berapa banyak titik APILL yang telah terdampak, berapa nilai kerugian fasilitas publik yang ditimbulkan, siapa saja yang terlibat dalam rangkaian pencurian tersebut, dan bagaimana pemerintah memastikan kabel serta perangkat pengatur lalu lintas tidak kembali menjadi sasaran.
Sebab, bagi masyarakat, persoalannya bukan semata kabel tembaga yang hilang. Yang ikut hilang ketika APILL padam adalah salah satu instrumen penting untuk menjaga keteraturan dan keselamatan lalu lintas kota.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






