KORAN MANDALA – Dua warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) terjebak di dalam sumur tua yang kering di Kampung Ciburial, Desa Jatimekar, Kecamatan Cipeundeuy, Kamis (1/10/2026).
Satu korban meninggal dunia, sementara satu lainnya berhasil diselamatkan.Peristiwa tersebut diduga terjadi akibat kondisi di dalam sumur yang minim oksigen. Selain itu, terdapat dugaan gas berbahaya di ruang sempit dan tertutup tersebut.
Kapolsek Cipeundeuy Kompol Suwandi mengatakan, kejadian bermula ketika Rian Riandi (21) turun ke dalam sumur untuk mengambil senter milik rekannya yang terjatuh.
“Jadi awalnya teman korban berinisial RR itu turun ke sumur untuk mengambil senter,” kata Suwandi.
Setelah berada di dasar sumur, Rian tidak kuat untuk kembali naik. Ia kemudian diduga kehabisan oksigen hingga tidak sadarkan diri.
Melihat kondisi Rian, Reynaldi Rudi Pradana (30), warga Kampung Ciburial, berinisiatif turun ke dalam sumur untuk memberikan pertolongan. Namun, Reynaldi juga mengalami kesulitan untuk kembali ke atas dan diduga kehabisan oksigen.
Reynaldi sempat berteriak meminta bantuan. Teriakan tersebut terdengar oleh istrinya yang kemudian meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Warga yang berdatangan ke lokasi kemudian berupaya mengevakuasi kedua korban dengan peralatan seadanya. Rian menjadi korban pertama yang berhasil diangkat dari dalam sumur dan langsung dibawa ke Puskesmas Cipeundeuy untuk mendapatkan penanganan medis.
“Korban yang pertama berhasil diangkat itu Rian (RR), dia kemudian dibawa ke Puskesmas Cipeundeuy untuk mendapatkan pertolongan,” ujar Suwandi.
Setelah Rian berhasil dievakuasi, warga melanjutkan proses penyelamatan terhadap Reynaldi. Proses evakuasi berlangsung lebih lama karena kondisi sumur yang sempit dan dalam serta keterbatasan udara bersih di dalamnya.
Setelah berhasil dievakuasi, Reynaldi langsung dibawa ke UGD Klinik Naura Husada untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Korban sempat dibawa ke UGD Klinik Naura Husada. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan dan korban dinyatakan meninggal dunia,” kata Suwandi.
Menerima laporan kejadian tersebut, petugas Polsek Cipeundeuy mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga memasang garis polisi di sekitar sumur guna mencegah warga mendekati lokasi yang dinilai membahayakan.
“Petugas sudah melakukan pengecekan TKP, mengamankan lokasi serta meminta keterangan saksi-saksi,” ujar Suwandi.
Polisi mengimbau masyarakat tidak sembarangan memasuki ruang tertutup seperti sumur tua, kedung, atau gorong-gorong. Kondisi minim oksigen dan kemungkinan adanya gas berbahaya dapat mengancam keselamatan, sehingga diperlukan peralatan keselamatan yang memadai apabila harus melakukan evakuasi.
