ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA –Batuk pada anak setelah terinfeksi influenza A dapat berlangsung hingga sekitar dua minggu. Dokter Spesialis Anak, dr. Ardi Santoso, mengingatkan orang tua agar tidak memberikan obat batuk secara terus-menerus selama masa pemulihan.
Menurut dr. Ardi, batuk yang berlangsung setelah infeksi influenza merupakan bagian dari proses pemulihan dan tidak selalu mengharuskan anak mengonsumsi obat selama dua minggu penuh.
“Lagi banyaknya influenza kan, banyak yang kena, jadi hati-hati ya. Batuknya itu memang bisa sampai lama, sampai 2 minggu sembuhnya. Tapi bukan berarti selama 2 minggu full tuh minum obat terus, nggak,” ujar dr. Ardi Santoso dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, dikutip Rabu (23/9/2026).
ADVERTISEMENT
Ia menjelaskan, penggunaan obat batuk perlu disesuaikan dengan kondisi anak. Pemulihan berlangsung secara bertahap sehingga orang tua perlu memperhatikan kondisi dan gejala yang dialami anak.
“Jadi obat batuknya tuh lihat kondisi aja, dan memang pemulihannya memang bertahap. Dan madu itu bisa digunakan 2 sampai 5 mili per hari untuk anak-anak di atas setahun sampai dewasa tuh boleh,” katanya.
Dr. Ardi menyebut madu dapat menjadi terapi suportif untuk membantu meredakan batuk pada anak berusia di atas satu tahun hingga orang dewasa.
“Karena secara evidence-based itu bisa menjadi terapi suportif untuk meredakan batuk. Jadi biar nggak obat full selama 2 minggu, karena influenza ini sembuhnya butuh waktu, nggak bisa langsung sekejap sembuh,” ujarnya.
Selain durasi batuk, dr. Ardi mengingatkan masyarakat tetap memperhatikan potensi penularan influenza meskipun kondisi tubuh mulai membaik.
Ia mengimbau masyarakat tetap menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan memastikan ventilasi ruangan tetap baik. Pola makan sehat dan pemenuhan kebutuhan vitamin D juga perlu diperhatikan.
“Jadi tetap, paling enggak 5 hari setelah kondisinya fit tuh tetap pakai masker, jaga jarak, prokesnya dijaga dengan baik. Jadi jangan lupa prokesnya, masker, jaga jarak, cuci tangan, jaga ventilasi ruangan, dan yang lainnya makan sehat, vitamin D,” kata dr. Ardi.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






