ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-216 Kota Bandung, mahasiswa menagih progres kepemimpinan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan Wakil Wali Kota Erwin dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.
Ketua HMI Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung, Faris Jihadi Hanifa, mengatakan HUT Kota Bandung seharusnya tidak hanya menjadi momentum seremoni, tetapi juga menjadi ruang evaluasi terhadap persoalan yang setiap hari dirasakan warga.
“216 tahun Bandung itu seharusnya jadi momentum untuk bertanya, sudah sejauh mana pemerintah menyelesaikan persoalan yang setiap hari dihadapi warga?” kata Faris Saat dihubungi Koran Mandala, Rabu (23/9/2026)
Menurut Faris, terdapat sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian Pemkot Bandung, mulai dari sampah, kemacetan, banjir dan ketahanan lingkungan, hingga infrastruktur.
1. Masalah Sampah
”Lagi dan lagi sampah ini sampai sekarang pemerintah itu belum bisa menjawab persoalan-persoalan tentang sampah ini. Dari mulai dokumen perencanaan Pemkot itu sendiri ternyata masih mencatat belum optimal penanganan sampah dan kebutuhan optimalisasi pengelolaan sampah di Kota Bandung.” Ungkapnya
2. Masalah Kemacetan
”Dokumen Kemacetan Kiaracondong terutama di tahun 2026 itu mencatat tingginya kemacetan dan transportasi umum yang belum memadai. Yang di sisi lain, Pemkot baru pada Juli 2026 itu menetapkan subsidi angkutan masal metropolitan.” Ujarnya
3. Banjir dan ketahanan lingkungan
”Memang seharusnya dilihat karena ini merupakan persoalan jangka panjang. Pemkot itu kan sampai detik ini seharusnya menetapkan status siaga darurat karena cuaca ekstrem sejak Januari tahun 2026. Serta pada bulan September itu kan masih memiliki status siaga untuk kekeringan dan kebakaran lahan.” Katanya
3. Infrastruktur.
”Infrastruktur di Kota Bandung itu belum sepenuhnya konsisten dirawat oleh pemerintah ini. Karena dokumen perencanaan pemerintah daerah itu sendiri mengidentifikasi persoalan pemeliharaan infrastruktur dasar, drainase, dan juga kualitas jalan sebagai isu yang perlu dan sangat-sangat menurut saya, sangat-sangat harus ditangani.” tambahnya
Faris menegaskan kritik tersebut bukan berarti meminta Pemkot Bandung menjadi pemerintahan yang sempurna. Namun, pemerintah dinilai perlu menunjukkan progres yang dapat diukur dan dirasakan masyarakat.
“Kita bukannya meminta kepada Pemerintah Kota Bandung itu harus menjadi pemerintah yang sempurna, tidak. Tapi ya memang bagi saya gitu, pemerintah itu memang sudah seharusnya berani menunjukkan progres yang bisa diukur. Diukur dan bisa dirasakan oleh masyarakat,” Ungkapnya
Menurut Faris, ukuran keberhasilan pemerintah tidak hanya terlihat dari kemeriahan perayaan HUT Kota Bandung, tetapi dari keseriusan dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Karena kota itu kan bukan dinilai dari seberapa meriah ulang tahunnya sih, tapi lebih ke seberapa serius pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan yang ada,” Tegasnya
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






