ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA – Operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling di Kabupaten Bandung Barat dipastikan tetap berjalan normal meski debit air yang masuk ke Waduk Saguling menyusut akibat musim kemarau panjang yang melanda Jawa Barat sepanjang 2026.
Penurunan debit air tersebut membuat tinggi muka air (TMA) Waduk Saguling ikut mengalami penurunan dibandingkan kondisi pada musim penghujan.
Saat ini, debit air yang masuk atau inflow ke waduk berada pada kisaran 10 hingga 18 meter kubik per detik.
ADVERTISEMENT
Pembuangan Sampah Ilegal, Apakah Pengawasan Pemkot Bandung Berjalan?
Meski demikian, kondisi tersebut masih berada dalam batas operasi yang aman sehingga tidak mengganggu fungsi pembangkitan listrik. Pengelola PLTA Saguling juga melakukan penyesuaian pola operasi dan pengelolaan ketersediaan air untuk memastikan kebutuhan pembangkitan tetap terpenuhi.
Manajer Sipil PLTA Saguling, Praja Mukti Ediatmaja, mengatakan kondisi debit air saat ini masih memungkinkan PLTA Saguling memenuhi kebutuhan pembangkitan sesuai pengaturan sistem kelistrikan PLN.
“PLTA secara pola operasi musim kemarau masih memenuhi dispatch dari PLN Pengatur Beban,” ujar Praja.
Menurut Praja, penyesuaian pola operasi dilakukan melalui koordinasi dengan pihak Pengatur Beban (P2B) PLN. Langkah tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan listrik harian dengan ketersediaan air di Waduk Saguling.
Ia menyebutkan, Tinggi Muka Air (TMA) Waduk Saguling saat ini berada pada level 638 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sementara batas atas TMA pada musim kemarau berada di level 640 mdpl dan batas bawah operasional ditetapkan pada 636 mdpl.
“Namun demikian, kondisi Tinggi Muka Air (TMA) Waduk Saguling saat ini masih di batas operasi normal, yaitu 638 mdpl,” katanya.
Dengan posisi tersebut, ketersediaan air waduk masih dinilai mencukupi untuk mendukung pola operasi pembangkit. Kendati demikian, pengelola tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan TMA dan kondisi cuaca untuk mengantisipasi kemungkinan kemarau berlangsung lebih panjang.
Pemantauan dan langkah efisiensi dilakukan sebagai bagian dari mitigasi agar penurunan debit air tidak mengganggu keandalan pembangkitan serta pasokan listrik kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






