ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA –Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan kendaraan industri yang melintas di jalan provinsi harus memperhatikan kemampuan jalan dalam menahan beban kendaraan.
Penegasan tersebut disampaikan menyusul aktivitas kendaraan bertonase besar milik perusahaan industri, termasuk perusahaan semen, yang menggunakan jalan provinsi untuk kegiatan operasionalnya.
“Kami sudah membuat surat edaran penegasan, apabila melewati jalan provinsi, maka kualitas dan kuantitas tonasenya harus disesuaikan dengan daya dukung jalan,” ujar Dedi dikutip dari akun media sosialnya, Jumat (18/9/2026).
ADVERTISEMENT
Dedi mengatakan, perusahaan yang menggunakan jalan provinsi harus menyesuaikan kapasitas angkut kendaraan dengan kondisi dan daya dukung jalan yang tersedia.
“Disesuaikan tonasenya dengan kapasitas jalan, angkutannya diturunkan jumlah besaran barang material atau barang produksi yang dibawanya,” ucapnya.
Sementara itu, apabila kebutuhan operasional perusahaan mengharuskan penggunaan kendaraan dengan tonase besar, Dedi menyebut perusahaan dapat menyediakan jalan dengan spesifikasi yang sesuai.
“Atau kedua jalan tersebut diserahkan kepada perusahaan untuk dibangun sendiri sesuai dengan spek yang dibutuhkan oleh industri,” katanya.
Dedi menilai, penggunaan infrastruktur publik untuk kepentingan industri perlu memperhatikan kemampuan jalan agar tidak menimbulkan beban terhadap infrastruktur yang dibangun menggunakan anggaran negara.
Selain persoalan tonase, Dedi juga mengajak masyarakat ikut mengawasi pembangunan infrastruktur di Jawa Barat.
Pengawasan tersebut, kata Dedi, perlu dilakukan mulai dari kualitas pekerjaan, pelaksanaan teknis, hingga kesesuaian pekerjaan dengan rencana dan anggaran.
“Sehingga apa yang dikerjakan harus sesuai dengan apa yang direncanakan dan apa yang dianggarkan karena anggaran itu merupakan anggaran kita bersama yang bersumber dari pajak yang dibayarkan seluruh warga,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






