ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA – Mengonsumsi bawang kerap meninggalkan bau menyengat yang bertahan cukup lama, bahkan setelah seseorang menyikat gigi atau menggunakan obat kumur.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata, menjelaskan fenomena tersebut melalui utas di akun Threads miliknya yang dikutip Selasa (15/9/2026).
“Gue akhirnya tau alasan kenapa mulut lo masih ngeluarin bau bawang hingga beberapa jam setelah makan bawang,” tulis dr. Adam.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, bau bawang berbeda dengan aroma makanan biasa yang umumnya berasal dari sisa makanan di rongga mulut. Bau tersebut dapat bertahan lebih lama karena adanya senyawa allyl methyl sulfide (AMS).
“Penyebabnya adalah zat yang namanya allyl methyl sulfida (AMS). AMS ini adalah komponen yang menyebabkan bau mulut dan bau badan tuh jadi bau bawang. Kalo kita makan bawang, AMS itu bakal diserap di usus halus, tapi hampir gak kena metabolisme tubuh. Jadi AMS bakal beredar di darah dan keluar lewat napas selama berjam-jam,” jelas dr. Adam.
Ia menjelaskan, senyawa tersebut diserap di usus halus dan kemudian beredar melalui aliran darah. AMS selanjutnya keluar melalui napas sehingga aroma bawang dapat tetap tercium selama beberapa jam.
“Biasanya kan kalo kita abis makan sesuatu yang berbau tuh, misalnya mie instan, baunya bisa dengan mudah dihilangkan dengan sikat gigi atau kumur-kumur. Nah kalo abis makan bawang tuh emang baunya bisa bertahan lebih lama,” tambah dia.
Kondisi itu membuat upaya membersihkan rongga mulut hanya mampu mengurangi bau pada tahap awal. Aroma dapat kembali muncul karena sumber senyawa bukan lagi sekadar sisa makanan di mulut.
“Itu makanya, kenapa mau sikat gigi, obat kumur, sampe permen pun cuma meredakan bau awal dari mulut aja. Setelahnya bau mulutnya tetap bisa keluar terus sampai beberapa jam kedepan,” pungkas dia.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






