ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA – Kenaikan harga pangan membuat sebagian warga Kota Bandung harus lebih cermat mengatur pengeluaran untuk kebutuhan makan sehari-hari. Pilihan lauk pun mulai disesuaikan dengan kondisi keuangan keluarga.
Salah seorang warga Cibunut, Kelurahan Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung, Siti Quraisin, mengaku kini lebih banyak mengandalkan sayuran, tahu, tempe, dan telur untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga.
Menurut Siti, kondisi harga kebutuhan pokok saat ini terasa berbeda dibandingkan sebelumnya. Ia pun mengaku harus lebih mengatur pengeluaran agar kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi.
“Ya kalau dulu mah enggak sepusing sekarang yaaa, Zaman dulu bahan pokoknya masih terjangkau, Kalau sekarang uang segini harus pinter pinter ngaturnya.” kata Siti saat berbelanja di Pasar Kosambi, Kota Bandung. Senin (14/9/2026)
Siti mengatakan, dirinya biasa berbelanja kebutuhan rumah tangga seminggu sekali. Untuk beras, ia membeli sekitar lima kilogram dengan harga di kisaran Rp70.000 ribu.
Sementara itu, jika dihitung secara keseluruhan, Siti memperkirakan pengeluaran untuk kebutuhan makanan keluarganya mencapai sekitar Rp100.00 ribu per hari.
“Kalau dihitung per hari gitu ya mungkin 100 ribuan lah,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat Siti lebih sering memilih lauk yang dinilai terjangkau. Sayuran menjadi salah satu pilihan utama, disusul tahu, tempe, dan telur.
“Kalau sekarang Alhamdulillah Beli tahu tempe juga udah bersyukur, apalagi anak saya banyak pasti selalu menunya Sayur yang simple tapi gizinya sehat” ucapnya.
Untuk ayam, Siti mengaku hanya membelinya ketika kondisi keuangan memungkinkan. Dalam sepekan, ia memperkirakan keluarganya mengonsumsi ayam sekitar dua kali.
“Ya kalau ada rezekinya beli ayam kadang 1 Minggu sekali kadang 2 kali” katanya.
Sebagai alternatif, telur menjadi lauk yang lebih sering tersedia di rumah. Siti biasanya membeli sekitar satu kilogram telur untuk stok selama sepekan.
“Kalau saya sih kebanyakan nyetok telur, Misalnya beli misal sekilo buat seminggu. Jadi anak-anak tuh kalau gaada lauk paling makan telur aja” tuturnya.
Bagi Siti, penyesuaian menu tersebut menjadi salah satu cara untuk menjaga pengeluaran rumah tangga tetap terkendali di tengah kebutuhan pangan yang semakin berat.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






