ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA – Gunung Papandayan menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menarik untuk dikunjungi di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Gunung yang berada di Kecamatan Cisurupan ini memiliki ketinggian mencapai 2.665 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Sebagian wilayah perbatasan Gunung Papandayan juga mencakup Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Dari Kota Bandung, wisatawan membutuhkan jarak tempuh sekitar 70 kilometer dengan waktu perjalanan kurang lebih tiga jam untuk mencapai kawasan Hutan Mati Papandayan.
Gunung Papandayan dikenal sebagai salah satu gunung yang ramah bagi pendaki pemula. Jalur trekking yang relatif landai dan tertata membuat kawasan ini cukup nyaman untuk wisatawan yang ingin menikmati suasana pegunungan tanpa harus menghadapi medan pendakian yang terlalu berat.
ADVERTISEMENT
Salah satu daya tarik yang banyak dikunjungi wisatawan adalah Hutan Mati Papandayan. Meski memberikan kesan sedikit mencekam, kawasan tersebut justru menawarkan eksotisme alam yang khas.
Pohon-pohon yang berdiri tanpa daun, udara dingin, serta bentang alam yang unik menjadi pemandangan tersendiri bagi wisatawan. Perpaduan tersebut membuat Hutan Mati Papandayan memiliki karakter yang berbeda dibandingkan kawasan wisata alam lainnya.
Fasilitas dan Tarif
Pengelola kawasan juga menyediakan sejumlah fasilitas untuk menunjang kenyamanan wisatawan. Bagi pengunjung yang membutuhkan pendampingan, tersedia jasa pemandu untuk mengantar sekaligus memberikan edukasi mengenai kawasan Hutan Mati Papandayan.
Wisatawan dari luar Kabupaten Garut yang menggunakan kendaraan umum juga dapat memanfaatkan jasa penjemputan dengan tarif yang telah ditetapkan oleh pihak pengelola.
Selain itu, kawasan Papandayan memiliki area parkir yang cukup luas untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
Untuk hari biasa atau weekday, tarif parkir kendaraan yang berlaku yakni Rp12.000 untuk roda dua, Rp25.000 untuk roda empat, Rp110.000 untuk roda enam, dan Rp8.000 untuk sepeda.
Sementara itu, tiket masuk Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan pada weekday sebesar Rp30.000 untuk pengunjung nusantara dan Rp200.000 untuk wisatawan mancanegara.
Khusus rombongan pelajar nusantara dengan surat pengantar, tarif masuk sebesar Rp23.000. Sedangkan rombongan pelajar mancanegara dikenakan tarif Rp200.000.
Pada hari libur atau weekend, tiket masuk pengunjung nusantara sebesar Rp40.000, sedangkan wisatawan mancanegara Rp300.000. Tarif rombongan pelajar nusantara dengan surat pengantar tetap Rp23.000, sementara rombongan pelajar mancanegara sebesar Rp300.000.
Untuk tarif parkir saat weekend, kendaraan roda dua dikenakan Rp14.500, roda empat Rp30.000, roda enam Rp125.000, dan sepeda Rp9.000.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam lebih lama, pengelola juga menyediakan area berkemah. Tarif camping sebesar Rp35.000, sedangkan rombongan pelajar nusantara dengan surat pengantar dikenakan Rp23.000 dan rombongan mancanegara Rp105.000.
Selain camping, tersedia pula kolam air panas dengan tarif Rp20.000 untuk dewasa pada weekday dan Rp25.000 saat weekend. Sementara tarif anak-anak sebesar Rp10.000 pada weekday dan Rp15.000 saat weekend.
Sejumlah layanan lainnya juga tersedia, seperti foto prewedding Rp500.000, shooting video individu atau perusahaan Rp800.000, serta shooting video komersial Rp2 juta per hari.
Ada pula jasa stand berukuran 4×4 meter dengan tarif Rp500.000 per hari dan umbul-umbul Rp30.000 per tiang.
Sementara untuk parkir kendaraan khusus kegiatan hiking atau camping, tarif roda dua masing-masing Rp5.000 dan Rp15.000, roda empat Rp10.000 dan Rp25.000, serta roda enam Rp15.000 dan Rp30.000.
Salah satu pengunjung asal Garut, Budi GG, mengaku kagum dengan keindahan alam yang disuguhkan Gunung Papandayan, khususnya kawasan Hutan Mati.
“Sungguh indah panorama alam Gunung Papandayan, siapa pun yang berkunjung pasti ketagihan untuk menikmati eksotisnya alam ini, terutama Hutan Mati yang menakjubkan,” ungkapnya.
Dengan keindahan alam dan fasilitas yang tersedia, Gunung Papandayan menjadi pilihan menarik untuk menikmati wisata pegunungan, khususnya pesona Hutan Mati.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






