ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA –Target menciptakan 100 ribu lapangan kerja dalam lima tahun menjadi salah satu pekerjaan besar Pemerintah Kabupaten Garut.
Tingginya angka pengangguran yang menjadi perhatian dalam Pilkada Garut sebelumnya mendorong pemerintah menjadikan perluasan kesempatan kerja sebagai salah satu program yang harus diwujudkan.
Namun, target tersebut tidak bisa dicapai hanya dengan mengandalkan lowongan kerja yang tersedia melalui pemerintah.
ADVERTISEMENT
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Garut, Drs. H. Niat Ganiat Karyana, menyebut investasi dalam skala besar menjadi salah satu kunci utama untuk membuka lapangan pekerjaan dalam jumlah signifikan.
“Terkait dengan target 100 ribu pekerjaan, kalau ingin mencapai target lima tahun ke depan maka harus didirikan investasi yang luar biasa. Sebab kalau mengacu kepada tugas pokok kita, dua-tiga lowongan kerja tidak pernah tercapai. Maka kuncinya ya tadi investasi,” kata Gania, Rabu (9/9/2026).
Menurut Gania, kehadiran industri berskala besar dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah ribuan sekaligus. Sebaliknya, tanpa investasi yang masif, target 100 ribu lapangan kerja akan sulit diwujudkan.
“Kalau terjadi pembangunan pabrik, ini akan terpenuhi seribu, dua ribu, tiga ribu tenaga kerja. Tapi kalau tidak ada investasi yang masif tidak akan tercapai,” ujarnya.
Meski demikian, Gania menegaskan bahwa target 100 ribu lapangan kerja tidak semata-mata diarahkan pada pekerjaan formal di dalam negeri.
Peluang kerja di luar negeri juga menjadi bagian dari strategi perluasan kesempatan kerja. Sejumlah negara seperti Jepang, Turki dan Korea disebut menjadi tujuan yang dapat dimanfaatkan masyarakat Garut untuk mendapatkan pekerjaan.
Di tingkat lokal, penciptaan lapangan kerja juga akan didorong melalui sektor informal dan kewirausahaan. Karena itu, Dinas Tenaga Kerja membutuhkan kolaborasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memperluas kesempatan kerja masyarakat.
“Dikembangkan juga kolaborasi dengan SKPD, misalnya di Indag pasti ada untuk UMKM, di Dinas Koperasi UMKM. Artinya pencapaian lapangan kerja 100 ribu itu tidak hanya pada sektor formal, tapi sektor informal, namanya perluasan kerja,” katanya.
Gania juga menyinggung program Wira Hebat yang digagas Wakil Bupati Garut sebagai salah satu upaya mendorong masyarakat mengembangkan usaha.
Menurut dia, penguatan kewirausahaan tersebut perlu ditopang pembinaan dari sektor perdagangan dan industri, termasuk keberadaan lembaga pelatihan kerja serta Balai Latihan Kerja (BLK).
“Perluasan kerja itu diaktivasi melalui peningkatan kewirausahaan, Bu Wakil dengan Wira Hebatnya, Indag dengan pembinaan industrialnya, kita memiliki LPK (Lembaga Pelatihan Kerja) dengan BLK. Sebab kalau tidak ditopang dengan itu tidak akan tercapai,” jelasnya.
Gania mengatakan program pemerintah lainnya juga mulai memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja. Salah satunya melalui keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menurutnya telah menyerap hampir 8.000 tenaga kerja.
Ia juga menyebut capaian penciptaan lapangan kerja pada 2025 telah mencapai sekitar 18.000 orang. Namun, menurutnya, sebagian besar penyerapan tersebut berasal dari aktivitas industri yang kontribusinya terhadap intervensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) relatif kecil.
“Intervensi APBD kita untuk menciptakan lowongan kerja belum seutuhnya. Di tahun 2025 kita sudah melakukan evaluasi, sebetulnya sudah tercapai target 18.000 terpenuhi. Namun sebetulnya 2025 itu kebanyakan di pabrik-pabrik seperti Changsin, UNI, itu kan intervensi APBD-nya kecil. Apalagi dengan adanya SPPG ini sebenarnya menyumbang hampir 8.000 pencipta lapangan pekerjaan baru,” ungkapnya.
Dengan demikian, target 100 ribu lapangan kerja di Garut membutuhkan lebih dari sekadar pembukaan lowongan oleh pemerintah. Investasi industri, pengembangan UMKM, kewirausahaan, pelatihan tenaga kerja hingga peluang kerja ke luar negeri harus berjalan secara bersamaan.
Tantangannya kini adalah bagaimana memastikan investasi benar-benar masuk, usaha masyarakat berkembang dan tenaga kerja Garut memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Sebab, tanpa investasi dan kolaborasi lintas sektor yang kuat, target 100 ribu lapangan kerja dalam lima tahun bukan perkara mudah untuk diwujudkan.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






