ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA –DPW PKS Jawa Barat melantik Dewan Pakar dan Dewan Penasihat tingkat wilayah dan daerah se-Jawa Barat. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya PKS melibatkan lebih banyak kalangan berpengalaman dalam menghadapi beragam persoalan di Jawa Barat.
Ketua DPW PKS Jawa Barat Iwan Suryawan atau yang akrab disapa Abah Iwan mengatakan, Jawa Barat memiliki karakteristik masyarakat yang sangat beragam dengan jumlah penduduk sekitar 51 juta jiwa serta 27 kota dan kabupaten.
Menurutnya, kompleksitas persoalan di Jawa Barat membuat penanganannya tidak bisa dilakukan oleh satu organisasi secara sendiri. Karena itu, PKS membuka ruang bagi akademisi, profesional, pakar dan tokoh berpengalaman untuk ikut memberikan kontribusi.
ADVERTISEMENT
Comeback Manis Persib! Tertinggal Cepat dari PSM, Maung Bandung Menang 3-1
“Jawa Barat ini besar dengan pola perilaku dan kebutuhan yang sangat beragam. Kami sadar, kami tidak bisa mengerjakan ini semua sendirian. Untuk itu, kami membuka diri, menggandeng para ahli, akademisi, profesional, dan tokoh-tokoh berpengalaman yang mau berkhidmat bersama,” ujar Abah Iwan dalam sambutannya pada pelantikan Dewan Pakar dan Dewan Penasihat tingkat Wilayah dan Daerah se-Jawa Barat di Bandung, Minggu (6/9/2026).
Abah Iwan yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat itu menyambut kehadiran para tokoh yang bergabung sebagai Dewan Pakar dan Dewan Penasihat.
Ia menilai, kehadiran para tokoh tersebut dapat memperkuat langkah PKS dalam menjalankan berbagai program dan menghadapi tantangan di Jawa Barat.
“Ada kebahagiaan yang tidak mudah saya ungkapkan dengan kata-kata — melihat guru-guru kami hadir dengan keikhlasan, menerima panggilan untuk berkhidmat. Dengan kepakaran dan keteladanan mereka, kami merasa reug-reug — tenteram, kuat, siap menyambut tantangan dakwah di Jawa Barat,” katanya.
Namun, Abah Iwan mengingatkan agar keberadaan Dewan Pakar dan Dewan Penasihat tidak berhenti pada seremoni pelantikan.
Ia meminta seluruh jajaran PKS memberikan ruang kepada para pakar dan penasihat untuk berkontribusi sesuai dengan keahlian serta pengalaman masing-masing.
“Ada pesan yang sangat membekas dari salah seorang Dewan Penasihat kami: ‘Jangan jadikan kami hiasan.’ Kalimat itu sederhana, tapi dalamnya luar biasa. Ilmu mereka banyak, energi mereka dahsyat — maka berikan ruang, waktu, dan tempat bagi mereka untuk benar-benar menyalurkan amanah ini. Jangan sampai setelah dilantik, tukcing,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) DPW PKS Jawa Barat Ridwan Solichin mengatakan, pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya menjadikan PKS sebagai ruang yang terbuka bagi berbagai kalangan di Jawa Barat.
“Kami ingin PKS menjadi rumah besar bagi seluruh kalangan di Jawa Barat — membuka ruang partisipasi publik yang seluas-luasnya dalam berdemokrasi. Kehadiran Dewan Pakar dan Dewan Penasihat adalah wujud nyata dari tekad itu,” ujarnya.
Ridwan juga menyebut antusiasme para tokoh untuk bergabung masih cukup tinggi. Bahkan, menurut dia, masih terdapat tokoh yang menyampaikan keinginan untuk bergabung sebagai Dewan Pakar menjelang pelantikan.
“Bahkan semalam masih ada yang ingin bergabung menjadi Dewan Pakar. Ini yang membuat kami bersyukur — Jawa Barat punya begitu banyak tokoh dan ahli yang mau berkhidmat. Makin banyak, makin bagus. Karena tantangan Jawa Barat memang butuh sebanyak mungkin tangan yang bekerja bersama,” katanya.
Dalam pelantikan tersebut, sebanyak 15 orang ditetapkan sebagai Dewan Penasihat tingkat Wilayah dan 19 orang sebagai Dewan Pakar Wilayah.
Sementara di tingkat daerah, Dewan Penasihat yang dilantik berjumlah 114 orang dan Dewan Pakar sebanyak 230 orang.
Para Dewan Penasihat tersebut berasal dari berbagai latar belakang, di antaranya bidang keagamaan, kebangsaan, kemasyarakatan, kepemimpinan dan kewirausahaan.
Pelantikan Dewan Penasihat dipimpin langsung Ketua Dewan Penasihat DPP PKS Mustafa Kamal. Sementara Dewan Pakar dilantik Ketua Dewan Pakar DPP PKS Irwan Prayitno yang merupakan mantan Gubernur Sumatera Barat dua periode sekaligus akademisi.
Setelah pelantikan, para Dewan Pakar dan Dewan Penasihat mengikuti Training Orientasi Partai (TOP) sebagai pembekalan dalam menjalankan tugas dan amanahnya.
Materi yang diberikan antara lain Bedah AD/ART PKS oleh MPP PKS Syamsu Hilal, Panduan Dewan Pakar dan Dewan Penasihat oleh Ketua MPW PKS Jawa Barat Ridwan Solichin, serta materi “Jawa Barat; Dulu, Kini, dan Masa Depan” oleh Ahmad Heryawan atau Kang Aher.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






