KORAN MANDALA –Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jihadul Akbar, Jalan Barang Siang, Kota Bandung, menjadi momentum bagi pengurus dan jamaah untuk kembali mendekatkan generasi muda dengan masjid.
Kegiatan Maulid tidak hanya diisi dengan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dan mempererat tali silaturahmi.
Ketua Majelis Taklim Jihadul Akbar, Yulia Lestari (45), mengatakan kegiatan Maulid yang rutin digelar menjadi salah satu kesempatan bagi warga untuk kembali berkumpul dalam suasana keagamaan.
Parkir Membludak di Bahu Jalan Jelang PKKMB UIN Bandung, Lalu Lintas Cibiru Macet
“Pertamanya untuk silaturahmi. Kalau tidak ada acara seperti ini, tidak mungkin berkumpul seperti ini,” kata Yulia.
Menurut Yulia, peringatan Maulid juga menjadi sarana untuk mengingat kembali keteladanan Nabi Muhammad SAW sekaligus menumbuhkan kecintaan jamaah kepada Rasulullah.
Di bawah kepengurusannya, kegiatan Maulid tersebut telah digelar sebanyak enam kali. Namun, di tengah konsistensi pelaksanaan kegiatan, Yulia melihat masih ada tantangan dalam mengajak anak-anak dan remaja untuk aktif mengikuti kegiatan di masjid.
Ia berharap kegiatan keagamaan yang rutin digelar dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan masjid kepada generasi muda bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang untuk tumbuh dan bersosialisasi dalam lingkungan yang positif.
“Harapannya anak-anak kalau bisa lebih rajin lagi ke masjid. Apalagi kalau sudah menanjak remaja, sekarang susah. Mudah-mudahan dengan sering ada acara ini, hati mereka ikut tergerak untuk meramaikan masjid,” ujarnya.
Warga Gotong Royong Siapkan Maulid
Semarak peringatan Maulid juga tidak lepas dari keterlibatan masyarakat. Persiapan kegiatan dilakukan secara gotong royong, mulai dari pemasangan tenda dan panggung hingga penyediaan konsumsi bagi jamaah.
Yulia menilai keterlibatan warga tersebut menunjukkan bahwa kegiatan di masjid dapat menjadi ruang kebersamaan. Pengelolaan kegiatan keagamaan tidak hanya menjadi tugas pengurus, tetapi juga dapat melibatkan masyarakat secara langsung.
Ia berharap momentum Maulid tidak berhenti sebagai agenda tahunan atau kegiatan seremonial semata. Lebih jauh, peringatan tersebut diharapkan mampu memberikan dorongan kepada jamaah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan sekaligus memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
“Harapannya supaya kita lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dan meningkatkan rasa cinta kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW,” pungkasnya. (Sufyan Al Ansory)
