KORANMANDALA.COM –Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung terus mengintensifkan patroli di kawasan Alun-Alun Bandung yang menjadi salah satu titik prioritas penegakan ketertiban umum.
Namun, di tengah pengawasan yang dilakukan setiap hari, sebagian pengunjung menilai rasa aman di kawasan tersebut masih belum sepenuhnya terwujud, terutama pada sore hingga malam hari.
Komandan Regu (Danru) Satpol PP Kota Bandung, Bubun Agung Gunawan, mengatakan Alun-Alun Bandung masuk dalam kategori zona merah sehingga membutuhkan pengawasan secara berkelanjutan.
Patroli dilakukan untuk menegakkan Peraturan Daerah (Perda), mengendalikan aktivitas pedagang kaki lima (PKL), pengamen, hingga mengantisipasi tindak kriminal seperti pencopetan.
“Di kawasan Alun-Alun ini kami melakukan penegakan Perda, mengontrol pedagang kaki lima (PKL), pengamen, hingga mengantisipasi tindak kriminal seperti pencopetan. Karena kawasan ini termasuk zona merah, petugas selalu melakukan plotting dari pagi hingga sore, kemudian dilanjutkan oleh regu berikutnya sampai malam,” ujar Bubun saat ditemui di Alun-Alun Bandung, Kamis, 30 Juli 2026.
Selain Alun-Alun Bandung, Satpol PP juga melakukan pengawasan di sejumlah titik dengan aktivitas masyarakat yang tinggi, seperti kawasan Pendopo, Jalan Asia Afrika, Jalan Dalam Kaum, dan Jalan Kepatihan.
Meski patroli dilakukan secara rutin, Bubun mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan. Sejumlah pengamen dan pedagang kaki lima masih belum sepenuhnya mematuhi aturan sehingga pendekatan persuasif terus dilakukan agar penertiban berjalan tanpa menimbulkan konflik.
Menurut Bubun, keberadaan Satpol PP juga masih kerap disalahartikan sebagai ancaman bagi pedagang.
“Kadang ada yang menganggap kami musuh pedagang, padahal kami menjalankan penegakan Perda dengan pendekatan yang humanis,” katanya.
Di sisi lain, pengunjung Alun-Alun Bandung, Panesha Yulimata, menilai pengawasan yang dilakukan Satpol PP sudah memberikan dampak positif. Namun, ia berharap intensitas patroli ditingkatkan, terutama pada sore hingga malam hari ketika aktivitas di kawasan tersebut semakin padat.
“Menurut saya, pengamanannya masih perlu lebih ditingkatkan lagi. Kalau pagi memang jarang ada gangguan, tetapi kalau sore sampai malam masih banyak pengamen dan orang yang berkeliaran,” ujar Panesha.
Ia berharap pemerintah terus memperkuat pengawasan agar Alun-Alun Bandung benar-benar menjadi ruang publik yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat tanpa mengurangi fungsi kawasan sebagai tempat berkumpul dan beraktivitas.
Patroli rutin yang dilakukan Satpol PP menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban di salah satu ruang publik paling ramai di Kota Bandung. Namun, masukan dari masyarakat menunjukkan bahwa tantangan menjaga keamanan dan kenyamanan kawasan tersebut masih memerlukan perhatian serta evaluasi secara berkelanjutan. (Supyan Al Ansory)
