ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA – Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hapidin menyinggung pentingnya tanggung jawab laki-laki dalam keluarga saat menghadiri pelantikan DPC APTRINDO Purwakarta, talkshow dan Rakerda DPD APTRINDO Jawa Barat, Jumat (18/9/2026).
Dalam sambutannya, Abang Ijo membahas fenomena perempuan yang menjadi janda di usia muda di Jawa Barat. Ia mengaitkannya dengan persoalan tanggung jawab laki-laki dalam rumah tangga.
Menurut Abang Ijo, persoalan rumah tangga tidak selalu berkaitan dengan kondisi ekonomi. Sikap pasangan dan cara berkomunikasi juga menjadi hal yang perlu diperhatikan.
ADVERTISEMENT
“Kalau enggak jadi donatur, jangan banyak ngatur. Karena di Jawa Barat hari ini saya cek, ribuan janda gara-gara bapak-bapaknya banyak ngatur, enggak jadi donatur, akhirnya kabur,” ujar Abang Ijo.
Ia menilai, menjadi kepala keluarga tidak hanya berkaitan dengan kewenangan mengambil keputusan. Tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan menjaga komunikasi dengan pasangan juga harus dijalankan.
Abang Ijo mengatakan, ketika kemampuan ekonomi belum maksimal, laki-laki tetap perlu menjaga cara berbicara kepada pasangan. Menurutnya, komunikasi menjadi bagian penting dalam mempertahankan hubungan rumah tangga.
“Kalau hari ini kita sebagai laki-laki bisa kasih harta, kita kasih harta. Tapi kalau belum bisa kasih harta, jaga bahasa,” katanya.
Ia kemudian mengaitkan pentingnya komunikasi dengan dunia usaha. Menurutnya, kemampuan menyampaikan sesuatu dengan baik menjadi modal bagi pengusaha dalam membangun kepercayaan dengan pembeli maupun rekan kerja.
Karena itu, kemampuan berbicara di depan umum dan menjaga tutur kata perlu terus dilatih. Namun, Abang Ijo menegaskan komunikasi yang baik tetap perlu diimbangi dengan tanggung jawab ekonomi.
“Enggak apa-apa suami saya jelek, enggak apa-apa uangnya pas-pasan, tapi bahasanya enak didengar. Tapi kalau sepuluh tahun bahasanya enak didengar, duitnya enggak ada, ya kabur juga,” ucapnya.
Abang Ijo pun menekankan bahwa kehidupan rumah tangga membutuhkan keseimbangan antara komunikasi dan tanggung jawab ekonomi. Menurutnya, menjaga ucapan penting, tetapi harus dibarengi dengan upaya memenuhi kebutuhan keluarga.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






