ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Jembatan Batu Raden yang menjadi jalur alternatif penghubung kawasan GBI, Ciwastra, dan Bodogol diperkirakan akan mengalami peningkatan volume kendaraan pada Agustus 2026.
Kondisi tersebut menyusul rencana perbaikan jembatan utama yang menghubungkan kawasan GBI dengan Bodogol yang mengalami kerusakan.
Jembatan utama tersebut berada di atas ruas Tol Purbaleunyi sehingga proses perbaikannya memerlukan penanganan khusus.
ADVERTISEMENT
Harga Cengek Hijau di Dua Pasar Kota Bandung Kembali Naik, Pedagang Keluhkan Pasokan Berkurang
Selama pekerjaan berlangsung, arus lalu lintas diperkirakan akan dialihkan ke sejumlah jalur alternatif, termasuk Jembatan Batu Raden.
Namun, kondisi Jembatan Batu Raden dinilai memiliki tantangan tersendiri. Akses menuju jembatan tersebut memiliki tanjakan dan turunan yang cukup curam.
Selain itu, terdapat tikungan akibat perubahan trase jalan setelah pembangunan jalur Kereta Cepat, sehingga pengendara dituntut lebih berhati-hati saat melintas.
Salah seorang warga sekitar, Arya (21), mengatakan kondisi tersebut sudah lama menjadi perhatian masyarakat.
Ia menilai peningkatan volume kendaraan selama perbaikan jembatan utama berpotensi menambah risiko kemacetan maupun kecelakaan.
“Kalau untuk motor memang lebih cepat lewat sini, makanya banyak yang memilih jalur ini. Tapi jembatannya curam, apalagi sekarang ada belokan setelah jalurnya bergeser karena proyek kereta cepat. Kalau kendaraan semakin ramai, menurut saya cukup berbahaya,” ujar Arya saat ditemui di sekitar Jembatan Batu Raden, Kamis (16/7/2026).
Menurut warga, meningkatnya jumlah kendaraan yang melintasi Jembatan Batu Raden dikhawatirkan tidak hanya menyebabkan kepadatan lalu lintas, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat yang tinggal di sekitar jalur tersebut.
Karena itu, warga berharap pemerintah dan instansi terkait dapat menyiapkan rekayasa lalu lintas selama proses perbaikan jembatan utama berlangsung. Pengaturan arus kendaraan dinilai penting untuk mengurangi potensi kemacetan sekaligus menjaga keselamatan para pengguna jalan yang melintasi jalur alternatif tersebut.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






