ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Harga ayam potong di Pasar Kosambi, Kota Bandung, turun dalam empat hingga lima hari terakhir. Pedagang menyebut penurunan tersebut dipicu persaingan antarpenjual yang semakin ketat.
Pedagang ayam di Pasar Kosambi, Adi, mengatakan harga ayam broiler kini turun dari Rp37 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram. Sementara itu, harga ayam TG turun dari Rp45 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.
Menurut Adi, penurunan harga bukan disebabkan oleh berkurangnya pasokan, melainkan karena semakin banyak pedagang yang menawarkan harga lebih murah. Kondisi tersebut menimbulkan efek domino, di mana pedagang lain ikut menurunkan harga agar pelanggan tidak beralih ke lapak lain.
”Sekarang pesaing makin banyak. Begitu ada satu lapak yang menurunkan harga, otomatis yang lain ikut turun. Selisih Rp200 perak saja pelanggan bisa pindah ke lapak lain,” ujar Adi saat ditemui di lapaknya, Rabu (1/7/2026).

Ia menjelaskan, pasokan ayam hingga saat ini masih aman. Ayam yang dijual berasal dari berbagai daerah, seperti Lembang dan Sumedang, sehingga kualitasnya tetap terjaga.
“Pasokan aman, karena ayam datang dari berbagai daerah, ada dari Lembang dan ada dari Sumedang,” katanya.
Adi menambahkan, ayam yang dijual di lapaknya merupakan ayam yang langsung dipotong sehingga kondisinya masih segar saat dipasarkan. Namun, meski harga sedang turun, jumlah pembeli belum menunjukkan peningkatan.
“Kalau di kami, ayam langsung dipotong, jadi kualitasnya masih fresh. Justru sekarang harga ayam turun, tetapi pembeli masih sepi,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






