KORANMANDALA.COM –Pemerintah Kota Bandung tengah mengkaji penghapusan tarif masuk Taman Tegalega yang selama ini dikenakan sebesar Rp2.000 per pengunjung.
Jika terealisasi, warga dapat menikmati salah satu ruang terbuka hijau terbesar di Kota Bandung tanpa dipungut biaya.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, kebijakan tarif masuk Tegalega saat ini masih mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwal).
Dua Begal Bersenjata Celurit yang Lukai Ojol di Bandung Ditangkap Sejam Setelah Beraksi
Karena itu, pemerintah harus terlebih dahulu melakukan kajian sebelum mencabut aturan tersebut.
“Kalau Tegalega memang saat ini masih ada tarif masuk Rp2.000 karena diatur dalam Perwal. Sekarang saya sedang mengkaji bagaimana caranya supaya bisa gratis. Saya sedang mempelajari dulu aturan itu untuk kemudian bisa dicabut,” kata Farhan, Kamis (18/6/2026).
Menurut Farhan, rencana penghapusan tarif masuk dilakukan agar seluruh warga memiliki kesempatan yang sama untuk memanfaatkan ruang publik sebagai sarana rekreasi, olahraga, dan aktivitas sosial tanpa terbebani biaya.
Ia menilai keberadaan ruang terbuka hijau harus dapat diakses seluas-luasnya oleh masyarakat. Karena itu, Pemkot Bandung tengah mencari formulasi yang tepat agar penghapusan retribusi tidak mengganggu pengelolaan kawasan.
Selain mengkaji penggratisan akses masuk, Pemkot Bandung juga terus melakukan penataan kawasan Tegalega.
Hal itu dilakukan karena kawasan tersebut saat ini memiliki beragam fungsi, mulai dari ruang terbuka hijau, sarana olahraga, pusat aktivitas ekonomi masyarakat, hingga fasilitas pengolahan sampah.
“Tegalega sekarang fungsinya campur. Ada ruang terbuka hijau, ada sarana olahraga, ada tempat usaha masyarakat, bahkan ada fasilitas pengolahan sampah. Karena itu kita sedang melakukan penataan ulang supaya semuanya tertata dengan baik,” ujarnya.
Rencana penghapusan tarif masuk Tegalega menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama di tengah kebutuhan warga akan ruang publik yang murah dan mudah diakses.
Namun, tantangan berikutnya bagi Pemkot Bandung adalah memastikan kualitas perawatan, kebersihan, dan keamanan kawasan tetap terjaga meski tanpa pemasukan dari retribusi pengunjung.
Dengan kajian yang tengah dilakukan, keputusan akhir mengenai penghapusan tarif masuk Tegalega akan bergantung pada perubahan regulasi yang saat ini masih dipelajari oleh Pemerintah Kota Bandung.
