KORANMANDALA.COM –Tim SAR gabungan akhirnya menemukan seluruh korban yang terseret arus Sungai Ciherang di Kampung Girang, Desa Banjaran, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Pencarian yang memasuki hari kedua itu memastikan enam korban telah ditemukan, terdiri dari empat selamat dan dua meninggal dunia.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Ade Dian Permana, menjelaskan operasi pencarian dilakukan secara intensif sejak pagi hari dengan melibatkan sejumlah unsur SAR.
“Total korban ada enam orang. Empat orang berhasil selamat, sementara dua lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Ade, Kamis (16/4/2026).
Banjir Bandung Meluas, Tanggul Jebol di Banjaran Telan Korban Jiwa
Korban selamat masing-masing Indra (34), JA alias Geri Muhammad (34), Wildan (20), dan Ersih (50). Sementara dua korban meninggal dunia diketahui bernama Ginasya (18), warga Kampung Girangdeukeut, Desa Banjaran Kota, serta Agus (44), warga Kampung Neglasari, Desa Ciapus.
Ade menjelaskan, operasi hari kedua diawali dengan apel dan briefing pada pukul 07.30 WIB guna menyusun strategi pencarian. Tim kemudian bergerak pukul 08.00 WIB dengan menyisir aliran Sungai Ciherang sepanjang kurang lebih 3,1 kilometer dari lokasi kejadian hingga Jembatan Rancamulya.
“Tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit untuk memaksimalkan pencarian di sepanjang aliran sungai,” katanya.
Sekitar pukul 10.16 WIB, tim menerima laporan dari BPBD Kabupaten Bandung terkait penemuan salah satu korban sekitar 500 meter dari lokasi kejadian. Korban kemudian berhasil dievakuasi pada pukul 10.26 WIB dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa ke RSUD Bedas Nambo.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian resmi diusulkan untuk ditutup. Tim SAR gabungan melakukan debriefing pada pukul 10.49 WIB sebelum seluruh personel dikembalikan ke instansi masing-masing.
“Kami mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi ini. Berkat kerja sama yang baik, seluruh korban dapat ditemukan,” pungkas Ade.
