ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Maskapai Wings Air menghentikan sementara operasional penerbangan rute Bandung–Yogyakarta yang sebelumnya dilayani dari Bandara Husein Sastranegara menuju Bandara Internasional Yogyakarta. Sejak awal pekan ini, jadwal penerbangan rute tersebut tidak lagi tersedia.
Penghentian ini berdampak langsung pada aktivitas bandara yang kembali lengang. Pergerakan penumpang menurun drastis dibandingkan saat rute tersebut masih beroperasi setiap hari. Bahkan, pada jam penerbangan yang biasanya digunakan untuk rute Bandung–Yogyakarta, tidak terlihat adanya pesawat yang lepas landas.
Selain itu, petugas maskapai yang sebelumnya bertugas mengarahkan penumpang juga tidak tampak di lokasi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, penerbangan terakhir dilakukan saat puncak arus balik Lebaran 2026. Sejak saat itu, layanan tidak lagi beroperasi.
ADVERTISEMENT
DPRD Bandung Soroti WFH ASN: Bekerja dari Rumah, Bukan Liburan
Sebelumnya, rute ini dilayani menggunakan pesawat ATR 72-500 dengan kode penerbangan IW 1812 untuk keberangkatan dari Bandung pukul 11.05 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 12.35 WIB. Adapun rute sebaliknya, Yogyakarta–Bandung dengan kode IW 1811 berangkat pukul 13.00 WIB dan tiba pukul 14.25 WIB.
Corporate Communications Strategic PT Lion Air, Danang Mandala Prihantono, membenarkan penghentian sementara rute tersebut.
“Izin, status tutup sementara,” ujar Danang, Senin (31/3/2026).
Namun demikian, pihaknya belum menjelaskan lebih lanjut apakah seluruh rute penerbangan Wings Air dari Bandara Husein Sastranegara juga ikut dihentikan.
Sebelumnya, pembukaan rute Bandung–Yogyakarta sempat mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kota Bandung. Rute ini dinilai menjadi solusi atas tingginya permintaan masyarakat untuk kembali terbang dari pusat kota.
Pada penerbangan perdana Februari 2026, rute ini mengangkut 22 penumpang. Pemerintah kota saat itu menargetkan penerbangan dapat berlangsung setiap hari sebagai bagian dari upaya meningkatkan jumlah penumpang.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyoroti besarnya potensi Bandara Husein Sastranegara. Pada 2019, jumlah penumpang tercatat mencapai 3,8 juta orang per tahun, termasuk sekitar 800 ribu penumpang internasional. Namun, pada 2025 jumlah penumpang masih berkisar 4.000 orang per bulan.
“Potensi sebesar itu harus kita kembalikan. Artinya, kita masih memiliki pekerjaan besar untuk mendorong peningkatan signifikan jumlah penumpang,” kata Farhan saat peresmian rute pada Februari lalu.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






