KORANMANDALA.COM – Lonjakan pendatang pasca-Lebaran mendorong Pemerintah Kota Bandung memperketat pendataan administrasi kependudukan (adminduk). Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung menggelar imbauan langsung di sejumlah pintu kedatangan sebagai upaya menekan potensi data penduduk yang tidak tercatat.
Kegiatan yang berlangsung pada arus balik Idulfitri 1447 Hijriah ini difokuskan di tiga titik utama, yakni Stasiun Kiaracondong, Terminal Cicaheum, dan Terminal Leuwipanjang.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan tingginya mobilitas masyarakat pasca-Lebaran harus diimbangi dengan ketertiban administrasi agar tidak menimbulkan persoalan baru dalam pelayanan publik.
Usai Rehat Sepekan, Persib Bandung Mulai Gelar Latihan Perdana
“Mobilitas meningkat signifikan setelah Lebaran. Kami ingin memastikan setiap pendatang yang masuk ke Kota Bandung tercatat dengan baik,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Ia menekankan, administrasi kependudukan bukan sekadar kewajiban formal, melainkan kebutuhan dasar untuk menjamin akses layanan publik yang merata.
“Dengan data yang akurat, pelayanan bisa lebih cepat dan tepat. Karena itu, kami mendorong masyarakat, khususnya pendatang, untuk proaktif melapor,” katanya.
Kepala Disdukcapil Kota Bandung, Tatang Muhtar, menjelaskan selain memberikan imbauan, pihaknya juga membuka layanan langsung di lokasi, termasuk pendaftaran penduduk nonpermanen dan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
“Kami tidak hanya mengimbau, tapi juga memberikan layanan di tempat agar pendatang bisa langsung terdata,” ujarnya.
Menurut Tatang, langkah ini akan dilanjutkan hingga tingkat kewilayahan dengan melibatkan aparat setempat. Pendataan akan diperkuat menggunakan sumber data LaCI RW untuk memastikan keberadaan penduduk nonpermanen terpantau lebih akurat.
Ia menambahkan, upaya ini merupakan implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 74 Tahun 2022 tentang Pendaftaran Penduduk Nonpermanen.
Meski demikian, langkah jemput bola ini sekaligus menjadi indikator bahwa persoalan ketertiban adminduk di Kota Bandung masih menjadi pekerjaan rumah, terutama saat momentum arus urbanisasi pasca-Lebaran.
Disdukcapil berharap, melalui penguatan pendataan dari pintu masuk kota hingga tingkat RW, validitas data kependudukan dapat ditingkatkan dan menjadi dasar yang lebih kuat dalam perencanaan pembangunan serta pelayanan publik.
