KORANMANDALA.COM – Memasuki hari ketiga Hari Raya Idulfitri, arus kendaraan di wilayah Kabupaten Garut masih dipadati kemacetan. Kepadatan lalu lintas didominasi kendaraan berpelat nomor D (Bandung) dan B (Jakarta).
Kemacetan tidak hanya terjadi di kawasan pusat kota Garut, tetapi juga merambah ke sejumlah ruas jalan di tingkat kecamatan, terutama jalur menuju destinasi wisata.
Salah satu titik kemacetan terparah terjadi di Kecamatan Cisurupan. Kepadatan lalu lintas sudah berlangsung sejak H+1 Lebaran dan masih terjadi hingga H+3, dengan antrean kendaraan di kedua arah, baik dari Cikajang menuju Garut maupun sebaliknya.
Masa Cuti, Yudha Puja Turnawan Gelar Donor Darah untuk Bantu Stok PMI Garut
Warga Kampung Cidatar, Kecamatan Cisurupan, Ela (30), mengaku mengalami kemacetan cukup parah saat melakukan perjalanan menuju Kampung Suraja. Ia menyebut perjalanan yang biasanya hanya memakan waktu sekitar 20 menit, kali ini mencapai tiga jam.
“Saya berangkat dari rumah pukul 17.15 WIB dan baru sampai di Suraja pukul 20.15 WIB. Kalau normal, paling lama 20 menit,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ujang, juru parkir di kawasan rumah makan Suraja. Ia menyebut kemacetan mulai terjadi sejak pukul 16.00 WIB, dengan antrean kendaraan yang cukup panjang.
“Kemacetan mulai dari Cidatar Cisurupan sekitar pukul 16.00 WIB. Panjang antrean diperkirakan sampai Simpang Pasar Andir, Bayongbong,” katanya.
Menurut Ujang, salah satu penyebab utama kemacetan adalah tingginya volume kendaraan yang keluar masuk kawasan wisata, khususnya menuju Gunung Papandayan. Bahkan, pada hari sebelumnya sempat diberlakukan sistem buka-tutup jalan untuk mengurai kepadatan.
“Banyak kendaraan keluar masuk ke tempat wisata seperti Papandayan. Kemarin sempat dilakukan buka-tutup untuk mengurangi kemacetan,” jelasnya.
Di sisi lain, kemacetan ini juga membawa dampak positif bagi pelaku usaha lokal. Sejumlah rumah makan di sepanjang jalur tersebut mengalami peningkatan pengunjung, seiring banyaknya pengendara yang beristirahat.
Yudi (52), wisatawan asal Bandung, mengaku mengurungkan rencananya untuk melanjutkan perjalanan ke kawasan Garut Selatan akibat kemacetan yang terjadi.
“Tadi saya habis silaturahmi. Waktu berangkat dari Garut ke Cisurupan masih lancar. Rencananya mau lanjut ke pantai di Garut Selatan, tapi saya batalkan karena khawatir macetnya lebih parah saat pulang,” ujarnya.
Kemacetan yang terjadi tidak hanya melibatkan kendaraan roda empat, tetapi juga roda dua. Bahkan, terlihat sejumlah kendaraan bak terbuka (pick up) digunakan untuk mengangkut wisatawan, dengan penumpang ditutupi terpal, menjadi pemandangan tersendiri di tengah arus libur Lebaran.
