KORANMANDALA.COM – Aktivitas ziarah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikutra, Kota Bandung mencapai puncaknya pada Minggu (22/3/2026). Hal ini bertepatan dengan hari kedua lebaran Idulfitri 1447 H/2026, di mana ziarah pada waktu-waktu ini sudah menjadi tradisi bagi masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, kepadatan peziarah terlihat di area parkir hingga di jalur-jalur masuk menuju area pemakaman. Peziarah berbagai usia dari mulai anak-anak hingga orang tua berbaris padat menuju pusara sanak saudara sambil membawa kantong berisi aneka kembang dan botol air.
Menurut salah satu petugas TPU Cikutra, Soni, situasi ini menunjukkan aktivitas ziarah pascalebaran yang mencapai puncaknya. Meski begitu, ia memastikan situasi tetap kondusif didukung sinergi dengan berbagaibpihak.
“Sekarang puncaknya hari kedua. Tapi alhamdulillah posisinya kondusif, aman. Soalnya dibantu sama Satpol PP, Babinsa dari Koramil, sama pihak dari kepolisian,” ungkap Soni saat ditemui di lokasi, Minggu (22/3/2026).
Menurut perkiraannya, ada ribuan orang yang memadati TPU Cikutra sejak pagi hari. Mereka datang dari berbagai daerah untuk melaksanakan rutinitas ziarah di awal bulan Syawal.
“Kondisi memang lebih padat dari kemarin. Soalnya kemarin rata-rata habis salat Ied silaturahmi dulu mungkin ya,” tuturnya.
Soni menyebut, TPU Cikutra telah membuka sejumlah akses masuk dan keluar area pemakaman untuk mencegah kepadatan peziarah di satu titik.
Terkait kantong parkir, ia menuturkan pihaknya juga telah menyiapkan lokasi di sejumlah titik untuk mengurai penumpukan kendaraan. Lokasi tersebut di antaranya seperti di halaman Satuan Musik Militer (Satsikmil), GOR C-Tra Arena, Taman Makam Pahlawan (TMP Cikutra, dan SDN 025 Cikutra.
“Sebenarnya udah ada imbauan untuk peziarah sebisa mungkin pakai angkutan umum supaya memudahkan dan tidak bikin macet,” katanya.
Ia memperkirakan, kepadatan aktivitas peziarah ini masih akan tinggi sampai H+4 lebaran. TPU Cikutra membuka akses bagi masyarakat yang ingin berziarah selama 24 jam.
Salah seorang peziarah dari Pamulihan, Kab. Sumedang, Eni (43) menjelaskan alasannya melakukan ziarah di hari kedua lebaran. Pada hari H lebaran ia fokus mengunjungi keluarga terdekat dan baru menyempatkan berziarah pada hari kedua.
“Kemarin silaturahmi ke keluarga-keluarga di Sumedang dulu, baru hari ini ada waktunya buat ke makam saudara,” ujarnya singkat.
