ADVERTISEMENT
Ketua tim kegiatan, Eko Yuli Handoko, menyampaikan bahwa pendekatan ini memberi alternatif solusi kemacetan tanpa harus melakukan pelebaran jalan atau pembangunan fisik berskala besar.
“Dengan pendekatan berbasis data spasial dan teknologi geoinformatika, kami berharap ini bisa menjadi acuan dalam perumusan kebijakan transportasi yang lebih efisien dan tepat sasaran,” ujarnya.
Keberhasilan pemetaan titik macet di Keputih juga membuka peluang replikasi program di kota lain, termasuk Bandung dan Jakarta, yang juga kerap mengalami kemacetan parah.
ADVERTISEMENT
Teknologi GNSS RTK dan drone, jika digunakan secara sistematis dan kolaboratif, dinilai mampu menjadi alat bantu penting dalam merumuskan kebijakan lalu lintas masa depan yang berbasis data dan berpihak pada kepentingan publik.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






