ADVERTISEMENT
KoranMandala.com – Kemacetan lalu lintas masih menjadi masalah klasik di kawasan perkotaan, termasuk di Kelurahan Keputih, Kota Surabaya.
Menjawab tantangan tersebut, sejumlah mahasiswa dari Departemen Teknik Geomatika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), melakukan inovasi melalui program pengabdian masyarakat.
Mereka berhasil memetakan titik-titik rawan macet di wilayah Keputih dengan teknologi Global Navigation Satellite System Real Time Kinematic (GNSS RTK) serta pesawat nirawak (drone). Teknologi ini memungkinkan pengukuran geospasial secara presisi dalam waktu nyata.
ADVERTISEMENT
Ada Peran Mantan Pemain Persib Ini Dalam Terwujudnya Laga Persahabatan Persib vs Western Wanderers
Dalam kegiatan survei lapangan, mahasiswa merekam pergerakan lalu lintas secara langsung, mengidentifikasi jalur-jalur yang mengalami kepadatan tinggi, serta menyusun peta digital kemacetan dengan tingkat akurasi tinggi.
Analisis mereka mengungkap sejumlah penyebab utama kemacetan, di antaranya: kepadatan permukiman, parkir liar, dan terbatasnya lebar jalan.
Berdasarkan temuan tersebut, tim mahasiswa menyusun sejumlah rekomendasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah kota, antara lain:
Penataan jalur alternatif kendaraan,
Rekayasa lalu lintas satu arah,
Pengaturan ulang zona parkir,
Penempatan rambu serta lampu lalu lintas di titik-titik strategis.
Semua data dan hasil analisis disajikan dalam bentuk WebGIS, peta interaktif berbasis web yang memungkinkan pengguna termasuk dinas terkait mengakses dan mengevaluasi kondisi lalu lintas secara real time.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






