“Saya langsung berhenti nulis, baca liriknya, dan ternyata itu persis banget dengan yang saya cari. Rasa ragu, bingung, dan abu-abu secara emosi—semua mewakili semangat Sore,” kenangnya.
Lagu itu kemudian langsung masuk ke naskah lengkap dengan timecode dan visual yang menyertainya. Contoh lainnya adalah ‘Terbuang Dalam Waktu’, yang berhasil memperkuat adegan dan memperdalam atmosfer emosional film.
Jika Anda menikmati filmnya, mendengarkan soundtrack-nya akan menghadirkan kembali emosi yang sama. Begitu pula sebaliknya lagu-lagu dari Sore: Istri dari Masa Depan bukan hanya tembang pengiring, tapi juga cermin dari perjalanan batin para karakternya. Sebuah bukti bahwa musik dan cerita memang tak terpisahkan.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






