KoranMandala.com – Suasana lengang menyelimuti SMA Taman Siswa di Jalan Taman Siswa No. 7, Kota Bandung. Tak ada riuh tawa pelajar di lorong sekolah yang biasanya menjadi denyut kehidupan lembaga pendidikan tersebut. Di halaman sekolah pun, aktivitas siswa nyaris tak terlihat.
Sekolah ini menjadi bagian dari kompleks pendidikan Taman Siswa yang terdiri dari jenjang SMP, SMA, SMK, hingga perguruan tinggi. Bangunan bertingkat itu menggabungkan ruang kelas SMP, SMA, dan SMK di lantai satu, sementara lantai dua dan tiga difungsikan untuk perkuliahan.
Namun, di tengah sistem pendidikan yang terus berkembang, SMA Taman Siswa menghadapi tantangan besar: jumlah siswa yang terus menurun setiap tahunnya.
ADVERTISEMENT
Uilliam Barros Ungkap Rasa Senang Jalani TC di Thailand dan Yakin Persib Siap Menghadapi Kompetisi
Guru Sosiologi di SMA Taman Siswa, Suluh Basuki, menyebut bahwa pada tahun ajaran 2025, sekolah hanya menerima satu siswa baru.
“Dulu satu kelas bisa diisi lebih dari 36 siswa. Tahun 2024, hanya 12 siswa yang masuk. Tahun ini pendaftarnya 8 sampai 10 orang, tapi sebagian besar diterima di sekolah negeri. Yang tersisa hanya satu siswa saja,” ujar Suluh saat ditemui di sekolah, Jumat (25/7/2025).
Meski demikian, pihak sekolah tetap membuka diri dan berkomitmen memberikan pendidikan terbaik bagi siapa pun yang mendaftar.
Suluh bahkan sempat menyarankan agar siswa tersebut pindah ke sekolah lain demi mendapatkan lingkungan belajar yang lebih ramai. Namun, siswa dan orang tuanya memilih tetap bersekolah di SMA Taman Siswa.
“Bagi kami, satu siswa pun tetap harus dididik dengan sepenuh hati. Ini amanah sebagai pendidik,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






