ADVERTISEMENT
Koran Mandala – Kondisi jalan berlubang akibat proyek pembangunan Flyover Nurtanio di Kota Bandung makin meresahkan warga. Alih-alih mengurai kemacetan, proyek yang seharusnya selesai November 2024 itu justru memicu krisis lalu lintas berkepanjangan dan dampak ekonomi yang nyata.
Proyek yang dimulai Januari 2024 tersebut hingga pertengahan 2025 belum menunjukkan progres berarti. Di sekitar Jalan Abdurrahman Saleh dan Jalan Garuda, lubang dan rusaknya aspal jadi pemandangan sehari-hari.
“Banyak kendaraan berat lewat tiap hari, tapi tidak ada perbaikan. Jalan makin hancur,” keluh Bu Euis (49), pemilik warung kopi dekat lokasi proyek, Rabu 25 Juni 2025.
ADVERTISEMENT
Kemacetan Memburuk, Wali Kota Bandung Berharap Pusat Segera Selesaikan Flyover Nurtanio
Warungnya yang dulu ramai, kini kian sepi. “Biasanya ramai pagi-pagi. Sekarang orang buru-buru karena macet. Mereka malas mampir,” ujarnya. Dampak ekonomi langsung dirasakan para pedagang kecil.

Kondisi yang sama dialami Ahmad (38), pengemudi Go-Car. Ia mengaku penghasilannya turun hingga 25 persen karena harus memutar jauh akibat kemacetan dan jalan rusak. “Konsumen sering protes karena lama di jalan. Saya pun rugi waktu dan bensin,” keluhnya.
Aldi (33), karyawan yang tiap hari melintas, mengatakan waktu tempuhnya kini dua kali lebih lama. “Dulu cuma 30 menit, sekarang bisa sejam lebih. Lubang jalan besar-besar dan tidak ditambal,” tegasnya.
Warga juga menyoroti minimnya papan informasi proyek, absennya pembaruan dari kontraktor, serta tidak adanya petugas pengatur lalu lintas di jam sibuk. Kondisi ini menambah tekanan bagi pengguna jalan dan memperburuk kualitas lingkungan sekitar.
Pantauan pada Sabtu, 21 Juni 2025 menunjukkan bahwa warga mendesak Pemerintah Kota Bandung untuk segera melakukan audit terbuka terhadap proyek Flyover Nurtanio dan mempercepat perbaikan jalan berlubang yang membahayakan.
“Kami tidak menolak pembangunan, tapi tolong perhatikan keselamatan dan kenyamanan kami,” ujar Aldi.
Masyarakat berharap ada langkah nyata dan transparan agar proyek ini kembali pada jalur yang benar: mengurai kemacetan, bukan menambah persoalan baru.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






