KORANMANDALA.COM –Di tengah belum dibukanya kembali operasional Kebun Binatang Bandung, masyarakat memiliki alternatif wisata alam yang aman dan nyaman selama libur Lebaran 2026, yakni Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda.
Kawasan yang berada di Dago Atas ini dipastikan siap menyambut lonjakan wisatawan saat libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Suasana hutan yang sejuk dan asri menjadikan Tahura sebagai destinasi favorit bagi warga yang ingin berlibur bersama keluarga tanpa harus keluar kota.
Pengelola Tahura telah melakukan berbagai persiapan, termasuk apel siaga yang melibatkan unsur kepolisian, TNI, serta tim medis. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pengunjung selama periode libur panjang.
Anggota DPRD Kota Bandung Soroti Kasus Bunuh Diri di Pasupati, Tekankan Pendekatan Komprehensif
Selain panorama alam, Tahura juga menawarkan beragam aktivitas wisata edukatif dan sejarah. Pengunjung dapat menjelajahi jalur trekking di tengah hutan pinus, serta mengunjungi objek ikonik seperti Gua Jepang dan Gua Belanda yang sarat nilai historis.
Tak hanya itu, kawasan penangkaran rusa juga menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi anak-anak. Interaksi dengan satwa jinak ini memberikan pengalaman edukatif yang menyenangkan bagi keluarga.
Dari sisi harga, Tahura tergolong ramah di kantong. Tiket masuk dipatok sebesar Rp17.000 untuk wisatawan domestik dan Rp57.000 untuk wisatawan mancanegara. Pemesanan tiket dapat dilakukan melalui aplikasi Sapawarga.
Berlokasi di Jalan Ir. H. Djuanda No. 99, kawasan ini relatif mudah diakses dari pusat Kota Bandung. Namun, masyarakat disarankan datang lebih awal untuk menghindari kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi saat musim liburan.
Bagi pengunjung dari pusat kota, perjalanan dapat dimulai dari kawasan Alun-Alun Bandung menuju Jalan Ir. H. Djuanda (Dago), kemudian dilanjutkan ke arah Dago Atas hingga melewati Terminal Dago. Alternatif rute lain dapat melalui Jalan Cihampelas atau Jalan Dipatiukur yang terhubung langsung ke kawasan tersebut.
Sementara itu, pengguna transportasi umum dapat memanfaatkan angkutan kota jurusan Stasiun Hall–Dago, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan ojek menuju pintu masuk Tahura.
Pemerintah Kota Bandung mengimbau pengunjung untuk tetap mematuhi aturan konservasi selama berada di kawasan hutan, seperti menjaga kebersihan, tidak merusak lingkungan, serta mengikuti arahan petugas demi menjaga kelestarian alam.
