KORAN MANDALA – Jawa Barat kini menjadi salah satu wilayah penting dalam perjalanan BYD Motor Indonesia, bukan hanya sebagai pasar kendaraan energi baru, tetapi juga sebagai lokasi penguatan manufaktur kendaraan listrik di Tanah Air.
Hal itu terlihat dari kehadiran BYD dalam GIIAS Bandung 2026 yang berlangsung tak lama setelah perusahaan meresmikan fasilitas manufaktur kendaraan energi baru di Subang pada 3 September 2026.
Melalui tema “Green Future, Smart Emotion”, BYD membawa sejumlah pilihan kendaraan elektrifikasi untuk lebih dekat dengan masyarakat Jawa Barat.
Empat kendaraan ditampilkan di area display, yakni BYD M6 EV 2026, BYD M6 DM Cross Advance, BYD M6 DM Classic Dynamic, dan BYD ATTO 1 2026.
Pengunjung juga dapat mencoba langsung BYD M6 EV 2026, BYD M6 DM Cross Advance, serta BYD ATTO 1 2026 Standard melalui fasilitas test drive.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao mengatakan, Jawa Barat memiliki posisi strategis bagi perkembangan BYD di Indonesia.
“Jawa Barat merupakan salah satu wilayah yang sangat penting bagi BYD di Indonesia. Dengan lebih dari 12.000 kendaraan BYD yang telah hadir di Jawa Barat, kami melihat bagaimana masyarakat di wilayah ini semakin terbuka terhadap teknologi kendaraan energi baru,” ujar Eagle Zhao Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia
Menurutnya, keberadaan fasilitas manufaktur di Subang membuat BYD semakin dekat dengan konsumen Jawa Barat sekaligus memperkuat proses lokalisasi produksi.
Fasilitas manufaktur tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 kendaraan per tahun. Peresmian pabrik ditandai dengan roll-off BYD M6 DM yang menjadi unit BYD ke-100.000 diproduksi secara lokal.
“Dengan fasilitas manufaktur kami di Subang yang kini telah resmi beroperasi, kami semakin dekat dengan konsumen di Jawa Barat sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam perjalanan lokalisasi BYD secara global,” katanya.
12 Ribu Kendaraan BYD Sudah di Jabar
Penguatan posisi Jawa Barat juga terlihat dari jumlah kendaraan BYD yang telah digunakan masyarakat di wilayah tersebut.
BYD mencatat lebih dari 12.000 unit kendaraannya telah hadir di Jawa Barat. Angka tersebut menjadi salah satu alasan perusahaan terus membawa produk dan teknologi baru lebih dekat kepada masyarakat.
Secara nasional, BYD mencatat penjualan 40.700 unit sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Jumlah tersebut mencakup 37 persen pangsa pasar kendaraan listrik nasional.
Salah satu produk yang menjadi bagian penting dari perjalanan BYD di Indonesia adalah keluarga M6.
Sejak diperkenalkan pada 2024, BYD M6 telah digunakan lebih dari 28.000 keluarga di Indonesia. Pada Mei 2026, BYD kemudian memperluas pilihan tersebut melalui M6 DM.
Jika M6 EV menawarkan pengalaman berkendara sepenuhnya dengan tenaga listrik, M6 DM mengusung pendekatan Electric-First dengan motor listrik sebagai penggerak utama dan dukungan mesin berbahan bakar ketika dibutuhkan.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan mengatakan, perkembangan M6 menunjukkan semakin beragamnya kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi.
“Perjalanan M6 bersama lebih dari 28.000 keluarga di Indonesia menunjukkan bahwa kebutuhan konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi terus berkembang. Kehadiran M6 DM merupakan bagian dari bagaimana kami mendengarkan kebutuhan tersebut dan menghadirkan pilihan teknologi yang lebih fleksibel,” ujar Luther.
M6 DM juga meraih penghargaan The Most Inspiring PHEV of the Year 2026 pada Juli 2026.
Sementara itu, M6 sebelumnya telah menerima sejumlah penghargaan, antara lain Car of the Year 2024, Best Family EV 2025, dan First EV Recommendation 2025.
Produksi Lokal Ikut Diperkuat
Kehadiran fasilitas manufaktur di Subang menjadi perkembangan penting karena kendaraan yang digunakan masyarakat Indonesia kini tidak hanya dipasarkan oleh BYD, tetapi sebagian telah masuk dalam rantai produksi lokal.
BYD M6 EV generasi terbaru yang dipasarkan di Indonesia disebut telah diproduksi sepenuhnya di dalam negeri.
Pada varian Standar, kendaraan tersebut menawarkan kapasitas baterai lebih besar dengan jarak tempuh hingga 450 kilometer. Kendaraan ini memiliki tenaga maksimal 150 kW, torsi 310 Nm, serta kemampuan akselerasi 0–100 km/jam dalam 7,9 detik.
Dengan kapasitas produksi hingga 150.000 kendaraan per tahun, fasilitas Subang menjadi bagian dari strategi BYD untuk memperkuat kemampuan manufaktur kendaraan energi baru di Indonesia.
Sementara di GIIAS Bandung 2026, langkah tersebut diperlihatkan dari sisi konsumen melalui berbagai pilihan EV dan DM yang dapat dilihat serta dicoba langsung masyarakat.
Selain kendaraan, BYD juga menghadirkan sejumlah kegiatan seperti BYD Student Day “Build Your Day”, BYD Community Connect “Meet the BYD IHT”, e-Motion Dialogue, Homeless Media Visit, KOL Visit, BYD Exploration Challenge, hingga The Ultimate Quiz.
Kehadiran tersebut menunjukkan bahwa ekspansi kendaraan energi baru BYD di Jawa Barat berjalan dalam dua sisi sekaligus, yakni memperluas penggunaan kendaraan elektrifikasi dan membangun ekosistem produksi kendaraan energi baru di wilayah yang sama.
