KORANMANDALA.COM –Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak para orang tua untuk membatasi penggunaan gawai pada anak sebagai upaya menjaga kesehatan dan mendorong tumbuh kembang yang optimal.
Menurut Dedi, kebiasaan anak bermain gawai dalam waktu lama membuat aktivitas fisik berkurang. Akibatnya, energi dari nutrisi yang dikonsumsi tidak dimanfaatkan secara maksimal sehingga berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.
“Ancaman masa depan bukan hanya kekurangan gizi, tetapi nutrisi dan gizi yang tidak dikelola menjadi energi,” kata Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, dalam Seminar Nasional dan Deklarasi Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045 bertema “Membangun Bangsa yang Sehat, Mandiri, Inovatif, dan Berdaya Saing Global” di Gedung GBI Bethel Summarecon, Kota Bandung, Rabu (15/7/2026).
DPRD Jabar Soroti Dasar Data Program Sekolah Swasta Gratis KDM
KDM mengatakan kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit pada anak. Bahkan, menurutnya, sejumlah penyakit yang selama ini identik dialami orang dewasa, seperti diabetes dan gangguan ginjal, kini mulai ditemukan pada usia anak.
Karena itu, ia mengimbau orang tua untuk menerapkan pola hidup sehat dalam keluarga dengan mengajak anak lebih banyak bergerak serta membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula maupun makanan olahan.
Selain menyoroti kesehatan anak, KDM juga mengungkapkan rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan pemenuhan gizi bagi ibu hamil.
Ia menjelaskan, pemerintah tengah merumuskan kebijakan yang memungkinkan ibu hamil yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan gizi memperoleh akses terhadap makanan bergizi melalui mekanisme yang sedang disiapkan.
“Ketika yang hamilnya bermasalah maka dia boleh ke toko, minimarket atau ke manapun untuk mengambil makanan yang dikonsumsi selama hamil. Ini sedang kita rumuskan karena tanggung jawab negara,” ujarnya.
Menurut KDM, negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap makanan bergizi, minuman yang layak, serta lingkungan dengan kualitas udara yang baik sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang sehat.
“Seluruhnya negara harus bertanggung jawab terhadap itu. Memperhatikan aspek material manusia perkembangannya dalam setiap waktu,” kata KDM.
