KORANMANDALA.COM – Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, mengungkapkan persoalan administrasi yang berujung pada sanksi FIFA terhadap Persib Bandung diduga berawal dari kesalahpahaman dan kurangnya komunikasi di internal manajemen.
Menurut Umuh, CEO Persib, Glenn Sugita, bahkan tidak mengetahui adanya persoalan tersebut karena tidak pernah menerima laporan maupun tembusan terkait masalah yang kemudian menjadi perhatian FIFA.
“Ini kan mungkin tadinya salah paham. Salah paham dari awal dan tidak ada tembusan-tembusan kepada Pak Glenn. Pak Glenn sama sekali tidak tahu, terus terang aja tidak tahu ya, tidak ada yang laporan ke Pak Glenn,” kata Umuh saat diwawancarai, Rabu (3/6/2026).
Ia menjelaskan, Glenn baru mengetahui persoalan tersebut setelah sanksi FIFA resmi keluar dan menjadi sorotan publik.
“Tadinya pas kejadian begini Pak Glenn pun juga kaget gitu kan. Kita harus ditembuslah apa yang mereka keluarkan dan kita pun juga harus memberitahukan ya,” ujarnya.
Umuh juga mengakui adanya faktor kelalaian di internal manajemen yang menyebabkan Persib harus menerima sanksi dari induk sepak bola dunia tersebut.
“Karena itu kesalahan anak buah ya. Anak buah yang tidak bertanggung jawab sebenarnya, bukan Pak Glenn,” tegasnya.
Saat ini, Persib terus berupaya menyelesaikan persoalan administrasi tersebut agar sanksi FIFA dapat segera dicabut. Langkah itu dinilai penting mengingat Maung Bandung sedang mempersiapkan skuad untuk menghadapi padatnya agenda kompetisi musim 2026/2027.
Persib dijadwalkan tampil di Super League, AFC Champions League Two, ASEAN Club Championship, hingga Piala Presiden. Karena itu, kebutuhan mendatangkan pemain baru menjadi bagian penting dalam persiapan tim.
“Sedang diupayakan, ya mudah-mudahan tidak ada masalah ya. Padahal kita pun juga kan harus ada pemain baru lagi, tambahan, Kalau kita nanti dilarang kan waduh ngeri juga gitu kan,” pungkasnya.
