KORANMANDALA.COM –Final Liga Champions 2026 menghadirkan dua suasana yang sangat berbeda di Puskás Aréna, Budapest.
Paris Saint-Germain (PSG) berpesta setelah berhasil mempertahankan mahkota Eropa usai mengalahkan Arsenal lewat adu penalti.
Sebaliknya, ruang ganti Arsenal dipenuhi rasa kecewa setelah mimpi meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub kembali tertunda.
Perbedaan emosi itu terlihat jelas dari komentar para pemain dan pelatih kedua tim setelah pertandingan berakhir.
Vitinha: Hari Ini Kami Tim Terbaik di Eropa
Gelandang PSG, Vitinha, menjadi salah satu sosok yang paling emosional setelah peluit akhir berbunyi.
Pemain yang terpilih sebagai Player of the Match tersebut menyebut keberhasilan mempertahankan gelar Liga Champions sebagai mimpi terbesar yang berhasil diwujudkan PSG musim ini.
“Ini mungkin pertandingan terpenting musim ini dan semua orang siap. Mengakhiri musim seperti ini adalah mimpi tertinggi, juara dua kali beruntun. Hari ini kami bisa mengatakan bahwa kami adalah tim terbaik di Eropa,” kata Vitinha kepada UEFA.
Vitinha juga menyoroti kekuatan kolektif PSG yang menurutnya menjadi kunci keberhasilan tim sepanjang musim.
Menurut pemain asal Portugal tersebut, kerendahan hati dan kebersamaan dalam skuad membuat setiap pemain selalu ingin memberikan lebih untuk tim.
Désiré Doué: Kami Masih Lapar Gelar
Penyerang muda PSG, Désiré Doué, juga menegaskan bahwa keberhasilan mempertahankan trofi bukan akhir dari ambisi klub.
“Kami sangat bangga malam ini. Kami sangat bahagia dan bersyukur karena ini pertandingan yang sulit melawan tim yang sangat bagus. Tapi sekarang kami harus menikmatinya sebagai sebuah tim dan keluarga karena kami pantas mendapatkannya,” ujar Doué.
Pemain berusia muda itu bahkan mengingatkan bahwa PSG masih memiliki ambisi besar.
“Kami adalah tim muda dan sangat ambisius. Musim depan kami harus melakukannya lagi.”
Luis Enrique: Kedua Tim Layak Menang, Tetapi PSG Layak Juara
Pelatih PSG, Luis Enrique, mengakui Arsenal memberikan perlawanan yang sangat berat sepanjang pertandingan.
Ia bahkan menyebut kedua tim sama-sama layak memenangkan final.
Namun menurut Enrique, perjalanan PSG sepanjang musim menjadi alasan mengapa timnya pantas mengangkat trofi Liga Champions.
“Mungkin hari ini kedua tim layak menang. Tetapi jika melihat cara kami bermain sepanjang musim, kami pantas memenangkan Liga Champions,” kata Enrique.
Pelatih asal Spanyol itu juga memuji kekuatan fisik dan organisasi pertahanan Arsenal yang membuat PSG kesulitan mengembangkan permainan setelah tertinggal lebih dulu.
Declan Rice: Sangat Menyakitkan
Di kubu Arsenal, suasana berbeda terlihat dari wajah para pemain.
Gelandang Declan Rice mengaku sangat terpukul karena harus kalah melalui adu penalti setelah berjuang selama 120 menit.
“Sangat menyakitkan kalah di final Liga Champions lewat adu penalti,” kata Rice.
Meski demikian, pemain timnas Inggris itu mengingatkan bahwa Arsenal tetap harus melihat perjalanan mereka secara utuh.
Menurut Rice, musim ini tetap menjadi musim yang luar biasa bagi The Gunners.
“Kami sudah memberikan segalanya sampai titik ini. Adu penalti adalah lotere, Anda bisa menang atau kalah.”
Martin Odegaard: Kami Harus Kembali Lebih Kuat
Kapten Arsenal, Martin Odegaard, juga meminta rekan-rekannya untuk tidak larut dalam kekecewaan.
Menurut gelandang Norwegia tersebut, Arsenal perlu mengambil waktu untuk menerima kekalahan sebelum kembali fokus menatap musim berikutnya.
“Kami harus menggunakan perasaan yang kami miliki sekarang, juga hal-hal positif dari musim ini, untuk memastikan kami kembali lebih kuat musim depan,” ujar Odegaard.
Odegaard menilai Arsenal tetap pantas bangga terhadap perjalanan mereka di Liga Champions meski gagal mengangkat trofi.
Arteta: Saya Bangga kepada Tim Ini
Mikel Arteta tidak menutupi rasa kecewanya setelah gagal membawa Arsenal menjadi juara Eropa.
Namun pelatih asal Spanyol tersebut memilih menyoroti perjuangan para pemainnya sepanjang kompetisi.
“Sangat berat ketika Anda begitu konsisten sepanjang kompetisi hingga final, tetapi pada akhirnya kehilangan trofi lewat adu penalti,” kata Arteta.
Arteta kemudian memberikan penghormatan kepada skuadnya.
“Saya sangat bangga kepada mereka. Merupakan sebuah kehormatan bisa melatih kelompok pemain ini dan melihat bagaimana mereka membawa lambang klub ini.” (FMA)
