Tiga poin kini bukan lagi target normatif, melainkan harga mati. Kegagalan meraih kemenangan bisa berujung fatal: Persib terancam kehilangan momentum juara yang sudah dibangun sepanjang musim.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, tak menampik laga ini sarat tekanan. Ia bahkan menilai Bhayangkara FC bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata, terutama setelah perombakan skuad di putaran kedua.
Sujana: Persib Wajib Menang Lawan Bhayangkara FC, Momentum Penentu Perburuan Gelar
“Dalam putaran kedua, Bhayangkara adalah salah satu tim terbaik. Tiga penyerang baru mereka membuat lini depan jauh lebih berbahaya,” ujar Hodak.
Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Persib tidak datang sebagai tim superior tanpa celah. Justru sebaliknya, ada kewaspadaan tinggi terhadap potensi kejutan tuan rumah.
Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, secara terbuka mengakui kualitas Persib sebagai tim terkuat di liga. Namun pengakuan itu bukan bentuk inferioritas, melainkan strategi psikologis.
“Ini pertandingan besar. Persib tim terkuat, tapi kami siap dan harus lebih fokus,” tegas Munster.
Bhayangkara punya kepentingan sendiri: mengamankan posisi empat besar. Artinya, motivasi mereka tak kalah besar dibanding Persib yang mengincar gelar.
Persib datang ke Lampung tanpa Luciano Guacochea dan Eliano Reijnders yang diistirahatkan di Bandung. Keputusan ini menimbulkan tanda tanya: rotasi taktis atau justru perjudian?
Di satu sisi, Hodak ingin menjaga kebugaran skuad. Namun di sisi lain, absennya dua pemain tersebut bisa mengurangi kedalaman tim dalam laga krusial.
“Kami berjuang untuk juara, mereka untuk empat besar. Saya harap hasilnya positif,” ujar Hodak.
Kapten Persib, Marc Klok, menegaskan bahwa timnya datang bukan untuk bermain aman.
“Kami datang ke sini untuk menang. Tidak ada alasan untuk pulang tanpa hasil,” tegasnya.
Pernyataan Klok mencerminkan mentalitas yang ingin dibangun Persib: agresif, tanpa kompromi. Namun di balik itu, tersimpan tekanan besar. Sebab, dalam fase akhir kompetisi, beban psikologis seringkali lebih menentukan dibanding kualitas teknis.
Pertandingan ini berpotensi menjadi penentu arah akhir musim Persib. Menang berarti membuka jalan menuju gelar. Sebaliknya, kehilangan poin bisa menjadi awal keruntuhan ambisi juara.