KORANMANDALA.COM –Bandung terasa lebih hidup pada Sabtu pagi itu. Langit cerah memayungi Match On Padel, arena olahraga yang belakangan menjadi magnet baru bagi warga kota.
Di antara deretan raket padel, sorak kecil para pemain, dan tawa yang tak pernah putus, WIT. Indonesia merayakan perjalanan 15 tahunnya dengan cara yang tak biasa tanpa pesta mewah, tanpa panggung penuh sorotan, melainkan lewat sebuah turnamen yang hangat: Friends & Family Padel Tournament.
Memasuki usia ke-15, WIT. mengusung tema besar “V15ION”. Sebuah kata yang bukan sekadar permainan angka, tetapi arah masa depan yang ingin mereka genggam: inovasi, kolaborasi, dan keberanian melihat jauh ke depan.
Guru PNS dan P3K di Kuningan Keluhkan Kewajiban Bayar Dana Partisipasi HUT PGRI ke-60
Selaras dengan tema itu, perayaan tahun ini tak lagi terfokus pada seremoni, tetapi pada aktivitas yang membuat orang bergerak, berinteraksi, dan sehat.
Setelah sukses menggelar turnamen golf bersama komunitas Main Golf Yuk di Jatinangor bulan lalu, kini WIT. mengajak keluarga besarnya untuk melompat ke dunia olahraga yang sedang naik daun padel.
Turnamen ini diberi nama “1 5erve You Return”, sebuah metafora sederhana yang terasa akrab: bahwa dalam hidup dan kerja, kita selalu memberi, menerima, dan tumbuh bersama. Raket beradu dengan bola kecil yang memantul di dinding kaca, menjadi penanda bahwa WIT. memilih cara yang lebih personal untuk merayakan ulang tahun ke-15 lebih dekat, lebih hangat, lebih bersahabat.
Namun ada satu hal yang membuat acara ini semakin istimewa. Tahun ini WIT. memperkenalkan Techletica, ekosistem baru mereka di bidang sport technology.
VisionPad produk unggulan Techletica menghadirkan sistem recording & analytics yang kini sudah terpasang di lebih dari 20 lapangan padel di Bandung, Jakarta, hingga Padang. Dan hari itu, teknologi itu bukan hanya dipamerkan, tetapi benar-benar hidup di tengah acara.
Kehadiran pemain-pemain asing Persib Bandung seperti Uilliam Barros, Ramon Tanque, hingga Frans Putros menambah warna tersendiri. Tidak ada nuansa selebritas, tidak ada jarak. Mereka datang sebagai peserta, sebagai pecinta padel, sebagai bagian dari energi yang sama.
Usai bertanding, Frans Putros duduk sejenak, mengusap keringat, lalu tersenyum lebar ketika ditanya tentang pengalamannya. “Ini acara yang menyenangkan, sebuah acara sosial yang bikin kami tertawa banyak,“ ujarnya ringan. “Kami menikmati sesuatu yang berbeda dari sepak bola.”
Saat ditanya apakah ia akan datang lagi jika WIT menggelar turnamen serupa di masa depan, Frans mengangguk mantap. “Tentu saja. Asal tidak bertabrakan dengan latihan atau laga, kami pasti datang. Ini menyenangkan.”
Dia bercerita bahwa dirinya sudah bermain padel cukup lama hanya untuk mengisi waktu luang dan menjalankannya sekadar hobi ketika sedang libur. “Saya tidak menyebut diri saya profesional, tapi saya suka bermain. Itu menyenangkan,” katanya sambil tertawa kecil.
Di tengah riuh para peserta, Randy, salah satu co-founder WIT. Indonesia, ikut larut dalam kegembiraan. Baginya, acara ini lebih dari sebuah turnamen. Ada sesuatu yang ia sebut “kejutan menyenangkan”.
“Awalnya kami hanya membuka Reclub Activity untuk komunitas padel VisionPad,” tutur Randy. Tapi tiba-tiba saya lihat ada nama-nama yang sangat familiar dalam daftar peserta. Saya cek, ternyata pemain Persib sendiri yang mendaftar dan mereka bayar. Harusnya kami yang menjamu, ya,” ujarnya sambil terkekeh.
Menurut Randy, acara eksternal seperti ini memang menjadi agenda tahunan WIT. dalam rangkaian ulang tahun. Tahun ini dimulai dengan turnamen golf, lalu padel. Namun kehadiran Techletica membuat acara padel terasa lebih spesial.
“Selain merayakan ulang tahun, kami ingin menunjukkan bahwa perusahaan teknologi tidak harus melulu bicara software atau coding. Inovasi bisa datang dari olahraga, dari interaksi manusia, dari ruang gerak yang membangun konektivitas.”Ucapnya.
Ketika ditanya apakah acara seperti ini akan kembali digelar tahun depan, Randy hanya mengangkat alis dan tersenyum. “Doakan saja. Kami ingin acara eksternal seperti ini tidak hanya setahun sekali. Kalau bisa, setiap bulan. Semoga lebih besar, lebih ramai, lebih ‘gong’ tahun depan.” ujarnya.
Di balik semua keseruan itu, WIT. menegaskan satu pesan: bahwa teknologi, inovasi, dan masa depan tak harus berdiri kaku di balik layar komputer. Mereka juga bisa hidup dalam gerakan, dalam keringat, dalam tawa, dan dalam kebersamaan.
Ulang tahun ke-15 WIT. Indonesia bukan hanya sebuah perayaan. Ia adalah visi, sebuah langkah baru yang menyatukan teknologi dengan sisi paling manusia dari kehidupan: olahraga, komunitas, dan rasa saling terhubung.(*.*)
