KORANMANDALA.COM –Anggota Komisi II DPRD Kota Bandung, Indri Rindani, menegaskan bahwa penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif membutuhkan keberpihakan kebijakan dan kolaborasi lintas sektor.
Menurut Indri, potensi besar Kota Bandung sebagai kota kreatif tidak akan berkembang optimal tanpa dukungan nyata dari pemerintah, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha itu sendiri.
“Kota Bandung memiliki potensi besar sebagai kota kreatif yang harus terus didorong melalui kebijakan yang berpihak kepada pelaku UMKM,” kata Indri.
Bandung Zoo Siap Bertransformasi di Bawah Pengelolaan Faunaland
Sebagai anggota Komisi II DPRD Kota Bandung yang membidangi sektor perekonomian, Indri menilai pemerintah perlu terus menghadirkan berbagai program yang mampu memperkuat daya saing UMKM, mulai dari kemudahan perizinan, pendampingan usaha, hingga perluasan akses pasar.
Politikus dari PKB itu memahami berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha karena memiliki pengalaman sebagai pelaku UMKM selama hampir 18 tahun.
“Selama 18 tahun saya merasakan langsung menjadi pelaku usaha. Karena itu, ketika diberi amanah sebagai anggota DPRD, saya berupaya memastikan adanya keberpihakan pemerintah kepada UMKM dan industri kreatif,” ujarnya.
Indri menilai salah satu tantangan yang masih dihadapi daerah adalah keterbatasan anggaran. Namun, kondisi tersebut seharusnya tidak menjadi alasan terhambatnya program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu lebih aktif membangun komunikasi dan jejaring dengan pemerintah pusat agar berbagai program kementerian dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat dan pelaku usaha di Kota Bandung.
“Program dari kementerian sangat banyak dan bisa diturunkan ke daerah. Karena itu, penting membangun jejaring dan komunikasi agar berbagai program pusat dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Bandung,” katanya.
Selain mendorong penguatan UMKM, Indri juga mengajak generasi muda untuk berani memanfaatkan peluang usaha di era digital. Ia menilai transformasi digital telah membuka ruang yang lebih luas bagi lahirnya wirausahawan baru dan tumbuhnya industri kreatif berbasis inovasi.
Khusus bagi perempuan, Indri menekankan pentingnya kemandirian ekonomi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Perempuan harus memiliki kemandirian ekonomi dan finansial. Namun, hal itu tetap dapat berjalan seiring dengan peran sebagai istri dan ibu dalam keluarga,” tuturnya.
Ia berharap semakin banyak anak muda yang terjun ke dunia usaha, membangun kolaborasi, serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kota Bandung.
Sebagai lembaga legislatif, DPRD, kata Indri, akan terus menjalankan fungsi pengawasan dan pengawalan agar berbagai program pemberdayaan ekonomi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Fungsi kami di legislatif adalah terus mengingatkan, mengawal, dan membuka jalan agar berbagai program yang ada dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.
