ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Maulana Yusuf, menilai berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 disebabkan oleh sejumlah kebijakan baru yang diterapkan secara prematur.
Menurutnya, terdapat tiga faktor utama yang menjadi penyebab kekisruhan, yakni program Sekolah Maung, penggunaan aplikasi baru SPMB, dan pelaksanaan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB).
“Secara pribadi saya menilai kekisruhan ini akibat tiga hal baru yang prematur. Sudah baru, prematur, dan dipaksakan untuk dijalankan,” kata Maulana Yusuf Saat dihubungi Koran Mandala Rabu (10/6/2026)
ADVERTISEMENT
Ia menjelaskan, program Sekolah Maung dinilai belum matang baik dari sisi konsep, uji coba, pelaksanaan maupun sosialisasi kepada masyarakat.
“Maung itu sendiri masih sangat prematur, baik dari sisi ide, uji materi, pelaksanaan maupun sosialisasinya. Materi-materi terkait Maung itu sangat dipaksakan,” ujarnya.
Selain itu, DPRD juga menyoroti penggunaan aplikasi baru dalam pelaksanaan SPMB. Berdasarkan hasil rapat bersama Dinas Pendidikan Jawa Barat, Disdik mengakui adanya gangguan yang muncul akibat sistem aplikasi yang berbeda dibanding tahun sebelumnya.
“Disdik mengakui bahwa salah satu penyebab kekisruhan ini adalah aplikasi yang baru. Kita melihat beberapa kali terjadi gangguan, sulit diakses, loading lama, dan berbagai persoalan teknis lainnya,” katanya.
Komisi V DPRD, lanjut Maulana, juga mempertanyakan proses pengadaan aplikasi tersebut, termasuk nilai anggaran dan mekanisme pemilihan vendor.
“Kalau melihat anggaran, ada kenaikan dari sekitar Rp1,4 miliar menjadi hampir Rp2 miliar pada tahun ini. Kami mempertanyakan berapa harga aplikasinya, bagaimana proses pengadaannya, siapa vendornya, dan bagaimana proses penunjukannya,” tegasnya.
Ia menilai seluruh kebijakan baru tersebut diterapkan tanpa persiapan yang memadai sehingga menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
“Kericuhan penerimaan murid baru tahun ini terjadi karena terlalu banyak hal baru yang prematur lalu dipaksakan untuk dijalankan secara bersamaan,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






