ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Anggota DPRD Kota Bandung Fraksi PKB, Soni Daniswara, menyambut positif rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara yang disebut mendapat arahan langsung dari Presiden RI.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi angin segar bagi kebangkitan ekonomi Kota Bandung sekaligus membuka kembali konektivitas strategis wilayah metropolitan Bandung Raya.
Soni menilai, reaktivasi Bandara Husein bukan hanya soal menghidupkan kembali aktivitas penerbangan, melainkan memiliki dampak luas terhadap sektor ekonomi, pariwisata, investasi hingga pergerakan pelaku usaha di Kota Bandung.
ADVERTISEMENT
Gembira Loka Zoo,Faunaland, dan Taman Safari Masuk Tiga Kandidat Terkuat Pengelola Bandung Zoo
“Reaktivasi Bandara Husein harus dipandang sebagai momentum pemulihan ekonomi Kota Bandung. Dulu, saat aktivitas penerbangan berjalan optimal, dampaknya sangat terasa bagi sektor perhotelan, UMKM, kuliner, hingga perdagangan,” ujar Soni, Rabu (27/5/2026).
Ia mengatakan, selama ini masyarakat Bandung merasakan dampak terbatasnya aktivitas penerbangan di Bandara Husein. Padahal, secara historis bandara tersebut memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang utama Kota Bandung, baik untuk wisatawan domestik maupun mancanegara.
Menurut Soni, jika reaktivasi benar-benar direalisasikan, pemerintah daerah harus memastikan kesiapan infrastruktur penunjang agar mobilitas menuju bandara semakin nyaman dan tidak menimbulkan persoalan baru, terutama kemacetan.
“Kita mendukung penuh kebijakan ini, tetapi harus dibarengi kesiapan aksesibilitas. Jalur menuju bandara, termasuk konektivitas dari Tol Pasteur dan kawasan sekitar, perlu ditata lebih baik agar masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung,” katanya.
Soni juga menilai penyelesaian Jalan Layang Nurtanio menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran akses menuju Bandara Husein. Menurut dia, infrastruktur tersebut dapat menjadi solusi mengurai kepadatan lalu lintas menuju kawasan bandara dari berbagai titik di Kota Bandung.
Di sisi lain, ia meminta proses reaktivasi dilakukan secara matang melalui kajian komprehensif bersama pemerintah pusat agar tidak menimbulkan tumpang tindih kebijakan dengan pengembangan Bandara Kertajati di Majalengka.
“Harus ada sinkronisasi yang jelas antara fungsi Bandara Husein dan Kertajati. Jangan sampai saling melemahkan, tetapi justru harus saling menguatkan dalam membangun konektivitas Jawa Barat,” tegasnya.
Soni berharap kajian yang tengah disiapkan pemerintah pusat bersama Bappenas dapat segera menghasilkan formulasi terbaik, termasuk terkait skema pembiayaan dan investasi, sehingga proses reaktivasi Bandara Husein tidak berhenti hanya sebatas wacana.
“Yang terpenting, masyarakat Kota Bandung ingin melihat langkah konkret. Reaktivasi ini harus benar-benar diwujudkan karena manfaat ekonominya besar bagi warga,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






