KORANMANDALA.COM – Memanasnya situasi di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel mendapat perhatian dari kalangan legislatif daerah. Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat, Encep Sugiana, mengimbau masyarakat menunda keberangkatan umrah hingga kondisi keamanan benar-benar kondusif.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menegaskan keselamatan harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan lainnya.
“Dalam kondisi seperti ini, keselamatan lebih diutamakan. Jika memang belum diperkenankan berangkat umrah, maka bersabarlah demi menjaga keselamatan,” ujar Encep, Rabu (4/3/2026).
Tiket KA Lebaran dari Bandung Tembus 92.390, Penjualan Masih Terus Bertambah
Encep meminta pemerintah memastikan keamanan dan ketenangan warga Jawa Barat yang saat ini tengah menunaikan ibadah umrah di Arab Saudi. Menurutnya, jaminan perlindungan serta kepastian informasi sangat penting agar tidak menimbulkan kepanikan.
“Informasi harus disampaikan secara benar dan jelas supaya tidak menimbulkan salah persepsi. Keluarga di Indonesia juga perlu kepastian, termasuk jika ada keterlambatan pemulangan,” tegasnya.
Ia menilai keluarga jamaah berhak mengetahui perkembangan situasi secara transparan, terutama jika terjadi perubahan jadwal atau kebijakan terkait penerbangan.
Travel Diminta Bertanggung Jawab
Selain pemerintah, Encep juga meminta penyelenggara perjalanan umrah bertanggung jawab penuh terhadap kondisi jamaah selama berada di Arab Saudi. Ia menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar seperti akomodasi, konsumsi, hingga keamanan.
“Penyelenggara travel harus memastikan kebutuhan hidup jamaah terpenuhi dan mereka merasa tenang. Jangan sampai situasi ini membuat jamaah terguncang secara psikologis,” katanya.
Di tengah ketidakpastian geopolitik, ia mengajak masyarakat meningkatkan kesabaran serta memperbanyak doa agar konflik segera mereda dan tidak berdampak luas pada aktivitas ibadah.
“Kita berdoa agar semua diselamatkan dan kondisi ini segera berakhir. Jangan sampai ketidakpastian ini berlarut-larut dan merugikan banyak pihak,” tandasnya.
Encep kembali menegaskan, menunda keberangkatan umrah dalam situasi yang belum sepenuhnya aman merupakan langkah bijak demi keselamatan bersama sambil menunggu kondisi kembali stabil.
