KORAN MANDALA – Ada dua hal yang membuat debut Balsa Sekulic bersama Persib di Super League 2026/2027 sulit dilupakan: sebuah gol yang ikut mengubah jalannya pertandingan dan atmosfer Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang membuatnya terpukau.
Datang dari Montenegro untuk menjalani musim pertamanya di sepak bola Indonesia, Sekulic langsung mendapat pengalaman yang tidak biasa. Pada laga pembuka kontra PSM Makassar, Minggu (6/9/2026), ia harus bermain di hadapan 24.923 penonton yang memenuhi GBLA.
Bagi pemain bernomor punggung 99 itu, suara puluhan ribu Bobotoh yang bernyanyi, bertepuk tangan dan membuat koreografi sepanjang pertandingan menjadi pengalaman baru dalam perjalanan kariernya.
Bahkan, Sekulic mengaku kesulitan menemukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang dirasakannya di stadion.
“Tentu saja, saya tak pernah mengalami hal seperti ini di hidup saya,” ungkap Sekulic.
Namun, debut tersebut tidak hanya menyajikan kemeriahan dari tribun. Di atas lapangan, Sekulic juga ikut merasakan pertandingan yang penuh tekanan.
Persib sempat dibuat tertinggal setelah Kodai Tanaka mencetak gol untuk PSM pada babak pertama. Memasuki babak kedua, Sekulic mendapat kesempatan tampil dan langsung menjadi bagian penting dari upaya kebangkitan Maung Bandung.
Hanya beberapa menit setelah masuk, tepatnya pada menit ke-51, Sekulic mencetak gol yang membawa Persib berbalik unggul.
Gol itu menjadi lebih istimewa karena lahir di hadapan puluhan ribu Bobotoh yang sejak awal pertandingan tak berhenti memberikan dukungan.
Persib kemudian memastikan kemenangan 3-1 atas PSM dan mengawali kompetisi dengan raihan tiga poin.
Bagi Sekulic, mencetak gol pada debut tentu menjadi momen spesial. Namun, sambutan Bobotoh rupanya meninggalkan kesan yang tak kalah besar.
Ia mengaku dukungan dari tribun membuat dirinya semakin termotivasi untuk memberikan kemampuan terbaik sepanjang musim.
“Suporter telah luar biasa, sulit digambarkan dengan kata-kata, harus mengalaminya. Terima kasih atas dukungan kalian semua, saya akan memberikan usaha terbaik untuk membuat mereka senang di tiap pertandingan,” katanya.
Musim 2026/2027 menjadi lembaran baru bagi Sekulic. Ia bukan hanya sedang beradaptasi dengan sepak bola Indonesia, tetapi juga dengan lingkungan dan atmosfer baru yang jauh berbeda dari pengalaman sebelumnya.
Debutnya di GBLA seolah memberikan gambaran awal tentang apa yang akan dihadapinya bersama Persib sepanjang musim: tekanan besar, dukungan puluhan ribu Bobotoh, dan tuntutan untuk selalu memberikan penampilan terbaik.
Sekulic pun berharap atmosfer GBLA terus menjadi energi bagi Persib dalam menjalani perjalanan panjang musim ini.
Bagi pemain 99 tersebut, satu hal sudah jelas. Debutnya di Bandung bukan sekadar pertandingan pertama. Ada gol, tiga poin, dan pengalaman merasakan langsung bagaimana puluhan ribu Bobotoh membuat GBLA menjadi salah satu panggung paling berkesan dalam awal kariernya di Indonesia.
