Koran Mandala – Proyek pembangunan Flyover Nurtanio yang seharusnya menjadi solusi kemacetan di Bandung, kini justru menjadi sumber masalah baru. Sejak dimulai pada Januari 2024, proyek ini belum juga rampung hingga pertengahan Juni 2025.
Kondisi ini menimbulkan keluhan dari warga dan pengendara yang setiap hari melewati jalur sekitar proyek, terutama di kawasan Jalan Abdurahman Saleh (Cicendo) hingga Jalan Garuda (Andir). Kemacetan tak terhindarkan, mulai dari pagi hingga malam hari.
Aldi (33), salah seorang pekerja yang rutin melintasi jalur tersebut mengaku waktu tempuh ke kantornya menjadi dua kali lebih lama. “Biasanya cuma 30 menit, sekarang bisa sampai satu jam. Macetnya parah, terutama saat jam sibuk,” keluhnya, Kamis 19 Juni 2025.
Kemacetan Memburuk, Wali Kota Bandung Berharap Pusat Segera Selesaikan Flyover Nurtanio
Aldi juga menyoroti minimnya informasi resmi mengenai progres pembangunan. “Papan proyeknya aja udah usang. Kita gak tau proyek ini bakal selesai kapan,” ujarnya dengan nada kecewa.
Ia juga menilai kurangnya pengaturan lalu lintas turut memperburuk situasi. “Jarang ada petugas, rambu pengalihan minim, dan jalan alternatif pun tidak efektif,” ungkapnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan konkret. “Kalau memang belum bisa selesai cepat, tolong tambah petugas buat atur lalu lintas. Jangan dibiarkan begitu saja,” tegas Aldi.
Proyek Flyover Nurtanio awalnya ditargetkan selesai pada November 2024. Namun, hingga kini belum ada kejelasan terkait penyelesaian maupun penanganan dampak kemacetan yang ditimbulkan.
Minimnya koordinasi dan mitigasi selama proyek berlangsung memperburuk kualitas mobilitas warga. Kondisi ini dikhawatirkan akan terus merugikan masyarakat jika tidak segera diatasi.
Warga pun mendesak Pemkot Bandung untuk memberikan informasi transparan serta memastikan pengerjaan proyek dilakukan secara profesional dan tepat waktu.(Muhammad Sandy)
