ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Terdakwa kasus dugaan korupsi dan pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi, Ade Kuswara Kunang, menyinggung adanya dugaan konspirasi politik yang menurutnya melatarbelakangi perkara yang kini menjerat dirinya.
Pernyataan tersebut disampaikan Ade Kuswara kepada wartawan usai menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Senin (8/6/2026).
Menurut Ade, dugaan konspirasi politik itu berkaitan dengan proyek-proyek yang disebut telah dipetakan atau “diplot” sebelum dirinya menjabat sebagai Bupati Bekasi.
ADVERTISEMENT
“Kalau ini saya berpikir jeleknya saya, ini jeleknya saya, konspirasi politiknya apa? Yaitu mereka itu punya dukungan, dukungan bupati pada waktu itu, terus diarahkan lah kontraktor, diarahkan lah para pengusaha penyedia jasa. Pas itu kalah, tapi kan tetap si pengusaha-pengusaha itu nagih karena dijanjikan proyek begitu. Jadi sudah diplot duluan,” ujar Ade.
Ia menegaskan bahwa saat ditangkap pada Desember 2025, proses penyusunan APBD 2026 belum selesai. Menurutnya, dokumen anggaran masih berada pada tahap Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan belum masuk ke tahapan yang lebih teknis.
“Kan 2026 saya baru KUA, Kebijakan Umum Anggaran itu paripurna, PPAS-nya belum, RKA-nya juga belum. Saya ditangkap 2025 di bulan 12,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Ade juga mengaku siap mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan. Namun ia mempertanyakan dasar dakwaan yang diarahkan kepadanya terkait dugaan ijon proyek.
“Kalau saya sih gentleman. Apa yang terjadi dalam hidup saya ini saya anggap sebagai pembelajaran saya. Kalaupun memang saya tidak terbukti menjadi bupati yang katanya ijon proyek, mungkin ada dosa-dosa lain di dalam pribadi saya, tapi ini bukan masalah terkait pemerintah,” ucapnya.
Ade menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam perkara yang sedang disidangkan. Ia bahkan mengaku dapat membeberkan dugaan adanya kepentingan politik yang bermain di balik kasus tersebut.
“Kalau saya mau cerita saya beberkan dari A sampai dengan Z, ini ada konspirasi politik. Ada kepentingan orang-orang. Ada tokoh legislatif juga,” katanya.
Meski demikian, saat didesak mengenai pihak yang diduga memperoleh keuntungan dari konspirasi tersebut, Ade enggan menyebutkan nama secara rinci.
“Ya itu kawan-kawan nggak usah menjebak saya lah. Udah pasti di situ ada beberapa, ya ada salah satu orang yang memang diuntungkan tapi juga ada beberapa orang juga disitu” Ujarnya
Selain menyinggung dugaan konspirasi politik, Ade juga mempertanyakan mengapa pihak yang memiliki kewenangan sebagai pengguna anggaran tidak ikut dimintai pertanggungjawaban hukum dalam perkara tersebut.
“Kalau saya ditersangkakan, sekarang saya jadi terdakwa, kenapa pengguna anggarannya tidak ditersangkakan? Itu logika,” Pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






