ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Pengamat ekonomi Universitas Insan Cendekia Mandiri, Deni Rizky menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat tidak dirasakan secara langsung oleh masyarakat menengah ke bawah. Hal itu dikarenakan pertumbuhan ekonomi itu tidak diiringi dengan peningkatan yang signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja.
Deni mengatakan, kondisi masyarakat belum tentu membaik meski angka pengangguran turun pada triwulan I 2026. Hal itu dikarenakan masyarakat saat ini kebanyakan beralih bekerja ke sektor informal dengan kemungkinan penghasilan yang lebih rendah. Kondisi tersebut menjadi indikasi adanya PHK di sektor informal yang cukup signifikan.
“Meski secara statistik pengangguran menurun, belum tentu kondisi pendapatan masyarakat membaik. Banyak masyarakat yang sebelumnya bekerja di sektor formal kini harus bertahan di sektor informal dengan penghasilan yang kemungkinan lebih rendah dan tidak stabil,” kata Deni saat dihubungi Koran Mandala, Minggu (10/5/2026).
ADVERTISEMENT
Terlebih, penyerapan dan distribusi tenaga kerja di sektor akomodasi dan makan minum per Februari 2026 justru menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Padahal sektor tersebut yang saat ini memiliki laju pertumbuhan yang cukup besar hingga 17 persen. Ia mengungkapkan bahwa, penyerapan tenaga kerja cukup besar justru terjadi di sektor perdagangan besar dan eceran, industri serta pertanian.
“Pada Februari 2025, penyerapan tenaga kerja di sektor tersebut mencapai sekitar 10,50 persen, sedangkan pada Februari 2026 turun menjadi sekitar 10,17 persen. Padahal, program MBG(masuk sektor akomodasi dan makan minum) pada 2026 sudah berjalan jauh lebih luas dibanding 2025. Artinya, pertumbuhan besar di sektor akomodasi dan makan minum tidak otomatis diikuti peningkatan penyerapan tenaga kerja,” jelas dia.
Maka dari itu, ia menyimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat sebetulnya tidak dirasakan secara penuh oleh semua kalangan masyarakat khususnya masyarakat menengah ke bawah.
“Dari kondisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya dirasakan langsung oleh masyarakat menengah ke bawah. Sebab, sumber pertumbuhan ekonomi terbesar justru tidak diiringi peningkatan signifikan pada penyerapan tenaga kerja,” pungkas dia.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






