ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA –Setelah tujuh tahun menanti, Persib Bandung dan Persija Jakarta akhirnya kembali menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, sebagai panggung duel mereka.
Persib dan Persija akan bentrok dalam laga pekan kedua Super League 2026 pada Sabtu (12/9/2026).
Bukan sekadar perebutan tiga poin, pertemuan dua rival klasik ini juga menjadi momentum kembalinya atmosfer panas El Clasico Indonesia di stadion kebanggaan Tanah Air.
ADVERTISEMENT
Bagi Persib, kesempatan tampil di GBK mendapat sambutan positif. Penjaga gawang Teja Paku Alam bahkan memiliki motivasi tersendiri karena belum pernah merasakan atmosfer GBK bersama Maung Bandung.
Penjaga gawang terakhir Persib yang tampil di GBK adalah I Made Wirawan pada 2019. Ketika itu, Made masuk menggantikan M. Natshir yang mengalami cedera dalam pertandingan yang berakhir imbang 1-1.
Kini, giliran Teja yang berpeluang merasakan langsung atmosfer GBK dalam duel sarat gengsi tersebut.
“Seperti yang kita tahu, kita akan bertanding di GBK. Pastinya sangat menyenangkan,” kata Teja dalam konferensi pers pralaga yang digelar secara virtual.
Pelatih Persib, Igor Tolic, memastikan timnya datang dengan persiapan yang berjalan sesuai rencana. Skuad Maung Bandung telah mematangkan sejumlah aspek permainan, termasuk situasi bola mati dan penyelesaian akhir.
“Semuanya berjalan baik. Hari ini kami berlatih, mengasah set piece dan finishing secara bersama-sama. Ya, kami siap untuk laga besok,” ujar Tolic.
Di kubu Persija, Stadion GBK bukan tempat asing bagi pelatih Shin Tae-yong (STY). Selama lima tahun menangani Tim Nasional Indonesia, STY kerap memimpin skuad Garuda berlaga di stadion tersebut.
Namun, situasinya berbeda dengan Persija. Banyak pemain Macan Kemayoran merupakan wajah baru, termasuk pemain asing yang belum memiliki pengalaman bermain di hadapan atmosfer besar GBK.
“Saat ini pemain Persija banyak yang baru dan berasal dari luar. Suasana GBK masih terasa asing bagi mereka. Tetapi saya percaya pemain akan memberikan yang terbaik di lapangan ini,” tegas STY.
Optimisme serupa disampaikan pemain Persija, Rayhan Hannan. Ia menyambut antusias kesempatan timnya kembali bermain di Jakarta, terlebih di stadion yang menjadi salah satu ikon sepak bola Indonesia.
“Pastinya kita senang kita bisa bermain di Jakarta lagi,” ujarnya.
Persib sendiri membawa modal psikologis yang cukup kuat. Dalam tujuh pertemuan terakhir melawan Persija, Maung Bandung belum sekalipun menelan kekalahan.
Catatan tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Persija. Namun, STY justru melihat rekor pertemuan tersebut sebagai bahan bakar tambahan untuk mengakhiri dominasi Persib.
Pelatih asal Korea Selatan itu sebelumnya juga berhasil memutus catatan buruk Persija saat bertandang ke markas Borneo FC. Persija akhirnya meraih kemenangan setelah delapan tahun tak pernah menang di kandang lawan tersebut.
“Di Borneo, kami delapan tahun tak pernah menang jika tandang ke sana. Catatan melawan Persib justru makin memotivasi saya untuk mematahkannya,” kata STY.
Sementara itu, Tolic memiliki alasan lain untuk membawa Persib tampil habis-habisan di GBK. Dukungan besar Bobotoh yang diterima tim saat sesi latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kamis lalu, menjadi suntikan motivasi bagi skuadnya.
Tolic ingin dukungan tersebut dibayar dengan penampilan terbaik di hadapan rival mereka.
“Kami ingin Bobotoh bangga,” ucapnya singkat dan tegas.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






