ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Kenaikan harga plastik yang terjadi belakangan ini mulai dirasakan oleh pelaku usaha dan konsumen. Pemilik toko Maleza Plastik di jl Bojongsoang, Aufa(22) , mengungkapkan bahwa lonjakan harga bahan baku membuat harga jual produk di tokonya ikut meningkat signifikan.
Menurutnya, kenaikan harga bahkan mencapai rata-rata 40 persen, sehingga skema harga grosiran yang sebelumnya diterapkan kini sudah tidak memungkinkan.
“Sekarang harga grosiran sudah tidak berlaku, karena kenaikannya tidak masuk hitungan. Jadi kami pakai harga nett saja,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Kondisi tersebut juga berdampak pada daya beli masyarakat. Banyak pelanggan yang mengeluhkan harga plastik yang dinilai terlalu mahal.
“Banyak yang kaget, bilang ‘kok mahal banget’. Tapi memang bahan bakunya naik,” tambahnya.
Aufa juga mengaku terpaksa menghentikan penjualan beberapa produk karena tidak lagi sesuai dengan harga pasar.
Berikut beberapa jenis plastik yang mengalami kenaikan harga:
1. Plastik Thinwall:
500 ml: dari Rp22.000 menjadi Rp31.500
650 ml: dari Rp23.000 menjadi Rp33.500
750 ml: dari Rp24.000 menjadi Rp35.000
1000 ml: dari Rp26.000 menjadi Rp39.000
2. Kantong Kresek Smile:
Ukuran 15 HD, 24 HD, 28 HD: dari Rp7.000 menjadi Rp9.000
3. Kantong Plastik Brownies (30×31): Dari Rp22.000 menjadi Rp32.990
Sementara itu, Menteri Perdagangan, Budi Santoso, membenarkan adanya kenaikan harga plastik di pasaran. Ia menyebut hal ini dipicu oleh faktor global, terutama terganggunya pasokan bahan baku utama.
“Bahan baku plastik yaitu nafta masih kita impor dari Timur Tengah, sehingga ketika terjadi gangguan global, harganya ikut terdampak,” ujarnya.
Para pelaku usaha berharap adanya solusi dari pemerintah agar harga bahan baku kembali stabil dan daya beli masyarakat dapat pulih.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






