ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Memasuki pekan kedua Ramadan 1447 Hijriah, harga sejumlah bahan pokok penting (bapokting) di Pasar Induk Ciawitali, Kabupaten Garut, dilaporkan mengalami penurunan. Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan ESDM Kabupaten Garut memastikan ketersediaan stok dalam kondisi aman dan mencukupi hingga menjelang Idulfitri.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan ESDM Kabupaten Garut, Ridwan Effendi, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan sejak sebelum Ramadan hingga saat ini.
“Stok kami pantau sejak sebelum Ramadan hingga pekan kedua ini. Alhamdulillah dalam kondisi aman, bahkan cukup melimpah di pasar. Hal itu juga terlihat dari adanya penurunan harga sejumlah komoditas,” ujar Ridwan, Selasa (3/3/2026).
ADVERTISEMENT
Tiket KA Lebaran dari Bandung Tembus 92.390, Penjualan Masih Terus Bertambah
Menurutnya, melimpahnya pasokan dipengaruhi oleh masuknya masa panen sejumlah komoditas hortikultura. Kondisi tersebut membuat harga relatif stabil dan cenderung turun.
Ridwan menyebut, penurunan harga terjadi pada beberapa komoditas. Cabai merah keriting turun 4,5 persen, cabai merah besar turun 13 persen, cabai rawit hijau turun 16,9 persen, cabai rawit merah turun 2,7 persen, daging ayam broiler turun 10 persen, dan daging sapi turun 0,1 persen.
Ia menambahkan, salah satu faktor lain yang memengaruhi stabilitas harga adalah berkurangnya serapan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk komoditas tertentu.
“Menu MBG saat ini lebih banyak menggunakan bahan kering, sehingga penggunaan bahan pangan basah tidak terlalu besar. Itu turut membantu menjaga ketersediaan stok di pasar,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan di Pasar Induk Ciawitali pada Selasa (3/3/2026), harga eceran cabai merah tercatat Rp30.000 per kilogram. Sementara bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp32.000 per kilogram, serta cabai rawit merah (cabai inul) Rp80.000 per kilogram.
Turunnya harga komoditas sayuran dan bumbu dapur ini disambut positif oleh konsumen. Salah seorang ibu rumah tangga, SR (55), mengaku senang dengan kondisi harga yang lebih terjangkau.
“Saya senang sekarang harga bumbu dapur turun. Biasanya menjelang Lebaran harga naik, jadi sekarang saya beli lebih banyak untuk persediaan,” ujarnya.
SR mengaku sengaja membeli dalam jumlah lebih banyak untuk disimpan sebagai stok menjelang Hari Raya Idulfitri.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan, meskipun harga tengah mengalami penurunan.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






