Edukasi

10 Universitas Terbaik Earth & Marine Sciences Dunia 2026 versi QS

KORAN MANDALA – Beberapa tahun terakhir, kabar tentang gelombang panas laut dan naiknya muka air di kota pesisir hampir selalu muncul di berita. Di balik kabar itu ada pekerjaan yang jarang terlihat. Ada peneliti yang membaca data suhu dari ratusan pelampung di samudra, ada yang mengukur arus di perairan dangkal, dan ada yang membangun model untuk melihat bagaimana atmosfer dan laut saling memengaruhi. Dalam pemeringkatan QS, bidang ini disebut earth and marine sciences.

Pertanyaan yang sering muncul kemudian adalah kampus mana yang paling diakui di bidang ini. Artikel ini membahas 10 besar QS World University Rankings by Subject 2026, yang dirilis pada 25 Maret 2026.

Cara QS menilai

QS menggabungkan dua jenis data. Yang pertama adalah survei reputasi, yaitu penilaian dari akademisi dan pemberi kerja di seluruh dunia. Yang kedua adalah data riset dari Scopus, antara lain jumlah sitasi per makalah, H-index, dan seberapa luas kampus bekerja sama dengan peneliti dari negara lain. Bobot setiap indikator berbeda untuk setiap subjek.

Angka ini menunjukkan reputasi dan dampak riset. Ia tidak menggambarkan kualitas pengajaran di kelas, seberapa sering mahasiswa turun ke lapangan, atau seberapa banyak penelitian yang menjawab persoalan di kawasan tertentu. Membacanya dengan kesadaran ini membuat peringkat terasa lebih berguna.

Sepuluh besar dunia

Edisi 2026 mencakup 276 universitas dari 37 negara dan wilayah. Skor di bawah adalah skor total yang dipublikasikan QS.

Posisi Universitas Negara Skor
1 ETH Zurich Swiss 93,6
2 University of Oxford Inggris 90,5
3 University of Cambridge Inggris 89,3
4= Columbia University Amerika Serikat 89,1
4= Harvard University Amerika Serikat 89,1
6 California Institute of Technology Amerika Serikat 88,4
7 Massachusetts Institute of Technology Amerika Serikat 88,0
8 Stanford University Amerika Serikat 87,9
9 University of California, Berkeley Amerika Serikat 86,3
10 University of Washington Amerika Serikat 86,2

Tujuh dari sepuluh kampus berasal dari Amerika Serikat. Oxford dan Cambridge mewakili Inggris, dan ETH Zurich menjadi satu-satunya kampus dari Eropa daratan. Belum ada kampus Asia di sepuluh besar.

Profil singkat setiap kampus

ETH Zurich (Swiss). Institut teknologi federal ini berdiri pada 1855 di Zurich. Dalam rilis resminya, ETH menyebut diri sebagai universitas terbaik dunia untuk earth and marine sciences, geologi, dan geofisika selama tujuh tahun berturut-turut. ETH menjadi satu-satunya kampus di luar Inggris dan Amerika Serikat yang berada di puncak daftar.

University of Oxford (Inggris). Oxford termasuk universitas tertua yang masih beroperasi di dunia berbahasa Inggris. Di subjek ini, Oxford berada di posisi kedua.

University of Cambridge (Inggris). Cambridge berdiri pada abad ke-13. Posisinya di tiga besar sejajar dengan Oxford dalam pembicaraan tentang ilmu Bumi di Inggris.

Columbia University (Amerika Serikat). Columbia berdiri pada 1754 di New York City. Kampus ini berbagi posisi keempat dengan Harvard.

Harvard University (Amerika Serikat). Harvard berdiri pada 1636 di Cambridge, Massachusetts, dan menjadi universitas tertua di Amerika Serikat. Selain berbagi posisi keempat dengan Columbia, Harvard juga memiliki sejarah panjang dalam riset ilmu Bumi.

California Institute of Technology (Amerika Serikat). Caltech adalah institut teknologi swasta di Pasadena, California, yang berdiri pada 1891. Kampus ini relatif kecil dibanding banyak pesaingnya, tetapi tetap berada di posisi keenam.

Massachusetts Institute of Technology (Amerika Serikat). MIT berdiri pada 1861 di Cambridge, Massachusetts. Skornya hanya terpaut tipis dari Caltech, sehingga keduanya layak dibandingkan langsung.

Stanford University (Amerika Serikat). Stanford berdiri pada 1885 di California. Kampus ini dikenal luas karena hubungannya dengan industri teknologi di Silicon Valley, dan riset kebumiannya berjalan di jalur yang cukup terpisah dari itu.

University of California, Berkeley (Amerika Serikat). Berkeley adalah kampus induk University of California yang berdiri pada 1868. Skor reputasi akademiknya untuk subjek ini termasuk tinggi, dan kampus ini juga masuk sepuluh besar geografi.

University of Washington (Amerika Serikat). UW berdiri pada 1861 di Seattle. Dalam rilisnya, UW menyebut empat subjek timnya masuk sepuluh besar dunia pada 2026, dan earth and marine sciences menjadi salah satunya.

Pola yang terlihat dari daftar ini

Daftar ini menunjukkan dua pola. Di posisi atas, Eropa tampil kuat melalui Swiss dan Inggris. Di bagian bawah, Amerika Serikat mengisi sebagian besar tempat. Asia belum muncul di sepuluh besar, dan kampus Asia terdekat berada di luar daftar ini.

Pola ini tidak berarti kawasan lain tertinggal dalam riset kebumian. Ia lebih menunjukkan siapa yang paling sering dikutip, direkrut, dan diakui oleh peneliti serta pemberi kerja global dalam sistem penilaian QS.

Sinergi Membangun Masa Depan: Pemprov Sulsel, PIDS ITB, dan Mitra Industri Akselerasi Pembangunan Geospasial

Peta riset, bukan hanya daftar kampus

Bagi pembaca yang mengikuti isu iklim, angka ini bisa menjadi cara lain untuk membaca berita. Studi tentang suhu laut yang dikutip media sering berasal dari kelompok riset di kampus-kampus yang ada di tabel. Dengan mengetahui siapa yang aktif, pembaca bisa menelusuri makalah dan laporan mereka sendiri.

Peneliti, konsultan lingkungan, perencana kota, dan jurnalis sains juga bisa memakai daftar ini sebagai titik awal. Dari nama kampus, mereka bisa menelusuri profil dosen, proyek yang sedang berjalan, dan publikasi terbaru.

Earth and marine sciences juga membuka banyak jalur kerja selain riset akademik. Lulusannya bekerja di lembaga pemantau cuaca dan iklim, perusahaan energi terbarukan, lembaga penanggulangan bencana, perusahaan pelayaran dan perikanan, serta instansi pemerintah yang mengelola wilayah pesisir. Peringkat tidak menunjukkan semua jalur ini, tetapi membantu memahami keahlian apa yang paling dihargai dalam riset global.

Peringkat QS adalah satu sudut pandang. Ia menunjukkan reputasi dan dampak riset di tingkat global. Ia tidak menilai apakah sebuah penelitian relevan bagi Asia Tenggara, seberapa baik pengajarannya, atau seberapa sering temuannya diterapkan di lapangan.

Untuk pertanyaan seperti itu, pembaca perlu membaca sumber lain, seperti laporan lembaga riset nasional, publikasi lokal, atau pengalaman langsung dari orang yang sudah bekerja di bidang ini. (FMA)

Transformasi Bidang Geospasial dari ILASPP hingga AI Bersama Sekretaris Dirjen SPPR

Share